4 Kandungan Sampo nan Berpotensi Merusak Rambut.(Dok. Magnific)
MERAWAT rambut tidak hanya sebatas rutin keramas, tetapi juga jeli dalam memilih produk sampo. Banyak konsumen nan membeli sampo hanya berasas aroma, harga, alias klaim pada kemasan, tanpa memperhatikan kandungan di dalamnya.
Padahal, tidak semua bahan nan terdapat dalam sampo kondusif untuk digunakan dalam jangka panjang. Beberapa kandungan kimia justru berpotensi memicu iritasi, membikin rambut menjadi kering dan rapuh, hingga dikaitkan dengan beragam akibat kesehatan lainnya.
Dokter ahli kulit dari Mayo Clinic, Dr. Dawn Marie R. Davis, menekankan pentingnya pemahaman konsumen terhadap komposisi produk nan mereka gunakan. Menurutnya, setiap sampo mempunyai bahan dasar pembersih, namun kandungan tambahannya bisa sangat berbeda.
"Memahami kandungan dalam sampo bakal membantu Anda menentukan produk nan paling sesuai dengan kondisi rambut dan kulit kepala," jelas Dr. Davis, seperti dikutip dari laman Mayo Clinic.
Kandungan Sampo nan Perlu Diwaspadai
Berikut adalah beberapa bahan nan disarankan untuk dihindari alias setidaknya dibatasi penggunaannya lantaran dapat berakibat kurang baik bagi kesehatan rambut dan tubuh secara keseluruhan.
1. Sodium Laureth Sulfate (SLS)
Sodium Laureth Sulfate alias SLS adalah pemasok pembersih nan sangat umum digunakan untuk menghasilkan busa melimpah pada sampo. Meskipun efektif mengangkat minyak dan kotoran, sifatnya nan kuat juga dapat mengikis minyak alami (sebum) nan melindungi rambut dan kulit kepala.
Penggunaan produk dengan SLS secara terus-menerus dapat menyebabkan rambut menjadi kering, mudah kusut, rapuh, dan rentan patah. Bagi orang dengan kulit sensitif, SLS juga berpotensi memicu iritasi, kemerahan, dan rasa gatal pada kulit kepala.
2. Paraben
Paraben, seperti methylparaben dan propylparaben, berfaedah sebagai pengawet untuk mencegah pertumbuhan jamur dan kuman dalam produk. Namun, penggunaannya menuai kontroversi lantaran kemampuannya meniru hormon estrogen dalam tubuh.
Sejumlah penelitian mengaitkan paparan paraben dengan potensi gangguan sistem endokrin (hormon), masalah reproduksi, dan peningkatan akibat beberapa jenis kanker. Karena kekhawatiran ini, beberapa negara, termasuk di Uni Eropa, telah melarang alias membatasi penggunaan jenis paraben tertentu dalam produk kosmetik.
3. PFAS (Forever Chemicals)
Per- and polyfluoroalkyl substances (PFAS) adalah bahan kimia nan sangat susah terurai di lingkungan. Paparan PFAS dalam jangka panjang dikaitkan dengan beragam masalah kesehatan, termasuk peningkatan kadar kolesterol, gangguan kegunaan imun, komplikasi kehamilan, serta peningkatan akibat kanker ginjal dan testis.
4. Triclosan
Zat antibakteri ini telah dilarang oleh FDA Amerika Serikat untuk digunakan dalam sabun antibakteri, tetapi tetap bisa ditemukan di produk lain seperti sampo dan pasta gigi. Penelitian menunjukkan triclosan berpotensi mengganggu keseimbangan hormon dan mendorong munculnya kuman nan kebal terhadap antibiotik.
Alternatif Kandungan nan Lebih Aman
Sebagai gantinya, pilihlah sampo dengan pelembap alami seperti shea butter, minyak argan, alias turunan kelapa nan lebih lembut. Untuk masalah spesifik, carilah kandungan seperti ketoconazole untuk mengatasi ketombe, alias asam salisilat dan coal tar untuk membantu meredakan kondisi seperti dermatitis seboroik dan psoriasis. (Mayo Clinic/Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·