Mobil setrum (EV) mungil identik dengan kabin nan sempit, mungkin itu kesan nan pertama kali dipikirkan kala memandang Wuling Aira ev. Rasa penasaran itu coba awak kumparan jawab dengan langsung duduk di bangku depan dan belakang mobil teranyar dari Wuling tersebut.
Dengan tinggi badan sekitar 170 cm, posisi duduk di bangku pengemudi terasa cukup nyaman. Headroom tetap menyisakan ruang sekitar lima jari, kepala tidak terasa dekat dengan genting kabin. Posisi duduknya juga cukup tegak dengan headrest nan tinggi, membikin sandaran kepala terasa pas saat menopang tubuh.
Material jok memang tetap menggunakan fabric. Kendati demikian, alas jok terasa cukup lembek dan nyaman saat pertama kali diduduki. Dari kembali kemudi, pandangan ke depan juga terasa lapang berkah kaca depan nan lebar.
Kesan sempit nan sempat muncul sebelum masuk ke dalam kabin pun perlahan hilang. Setidaknya saat berada di kembali kemudi, Aira ev bisa menawarkan ruang nan cukup nyaman untuk menunjang mobilitas sehari-hari.
Berpindah ke bangku belakang, ruang nan ditawarkan rupanya tetap cukup lega untuk penumpang dengan tinggi sekitar 170 cm. Jarak antara dengkul dan sandaran bangku depan tetap menyisakan sekitar empat jari, sementara ruang kepala juga tetap lega dengan sisa sekitar lima jari dari atap.
Sensasi duduk di belakang memang tidak selapang mobil dengan dimensi lebih besar. Untuk penggunaan harian di dalam kota, ruang kaki dan kepala nan tersedia tetap tergolong mencukupi, terutama untuk perjalanan jarak pendek hingga menengah.
Sama seperti di baris depan, jok belakang dibalut material fabric dengan alas nan cukup empuk. Desain sandaran kepala dibuat lebih pendek dan menyatu dengan jok untuk memberikan tampilan nan lebih rapi.
Fasilitas untuk penumpang belakang juga dibuat sederhana, tidak ada ventilasi AC maupun port pengisian daya. Wuling hanya menyediakan kantong penyimpanan mini di sisi kanan dan kiri kabin.
Dari pengalaman duduk di dua baris kabinnya, Wuling Aira EV menunjukkan bahwa ukuran mungil tidak selalu berfaedah ruang interior terasa sempit. Baris depan menawarkan posisi duduk nan nyaman untuk pengemudi, sementara bangku belakang tetap cukup akomodatif bagi penumpang.
49 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·