Dow Jones Cetak Rekor Tertinggi, Wall Street Menghijau di Awal Agustus

Sedang Trending 55 menit yang lalu
Ilustrasi Wall Street. Foto: Shutterstock

Saham-saham Wall Street di Amerika Serikat (AS) mengawali perdagangan Agustus dengan penguatan, mendorong indeks Dow Jones Industrial Average ditutup pada rekor tertinggi baru.

Pada perdagangan Senin (3/8), indeks Dow Jones Industrial Average naik 693,38 poin alias 1,32 persen menjadi 53.178,41. Sementara itu, indeks S&P 500 menguat 110,78 poin alias 1,48 persen ke level 7.600,50. Sedangkan Nasdaq Composite melonjak 540,04 poin alias 2,13 persen menjadi 25.913,90.

Mengutip Reuters, penguatan terjadi seiring tanda-tanda meredanya ketegangan antara AS dan Iran nan menekan nilai minyak serta imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Harga minyak mentah ditutup turun sekitar 5 persen setelah pada Minggu (2/8), Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz bakal berjalan pada Senin (3/8). Namun, Iran membantah pembicaraan tersebut telah dijadwalkan.

Penurunan nilai minyak turut mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS turun, meskipun pelaku pasar tetap mencermati kemungkinan kenaikan suku kembang oleh Federal Reserve (The Fed) andaikan perang Iran berjalan dalam waktu nan lebih lama.

Pekerja memandang pergerakan saham dari layar monitor di Wall Street di New York City. Foto: Eisele / AFP

Dari 11 sektor utama dalam indeks S&P 500, sektor jasa komunikasi mencatat keahlian terbaik dengan kenaikan 4,3 persen, didorong penguatan saham Meta Platforms dan Alphabet. Sebaliknya, sektor daya menjadi sektor dengan keahlian terburuk setelah turun 1,2 persen.

“Setiap hari semua orang bangun dan memandang nilai minyak per barel serta imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun. Jika keduanya turun, pasar bakal baik-baik saja. Sebaliknya, jika naik, pasar tidak bakal berada dalam kondisi nan baik,” ujar Chief Market Strategist B. Riley Wealth, Art Hogan, di Boston.

Laba Emiten Tetap Kuat

Musim laporan finansial kuartal ini menunjukkan hasil nan solid. Berdasarkan info LSEG, untung dari 304 perusahaan dalam indeks S&P 500 nan telah melaporkan kinerjanya hingga Jumat, mencatat pertumbuhan sebesar 29,3 persen. Sebanyak 85,2 persen di antaranya melampaui ekspektasi analis.

Saham Amazon naik 4,6 persen setelah kapitalisasi pasar perusahaan tersebut pertama kalinya melampaui USD 3 triliun, menyusul laporan keahlian finansial pekan lalu.

Sementara itu, saham SpaceX melonjak 5,6 persen menjelang publikasi laporan finansial kuartalan pertamanya sejak resmi melantai di bursa nan dijadwalkan pada Selasa (4/8). Saham perusahaan tersebut sebelumnya diperdagangkan di bawah nilai penawaran umum perdana (IPO) sebesar USD 135 selama nyaris tiga pekan sejak debutnya pada pertengahan Juni.

Ilustrasi Amazon. Foto: Sundry Photography/Shutterstock

Sejumlah perusahaan nan mempunyai keterkaitan dengan pengembangan kepintaran buatan (AI) juga dijadwalkan merilis laporan finansial pekan ini, termasuk Advanced Micro Devices (AMD), serta perusahaan penyimpanan info SanDisk dan Western Digital.

Pergerakan pasar saham sepanjang Juli sebelumnya tertekan akibat kekhawatiran dunia terhadap prospek perkembangan AI, bentrok AS-Iran, serta arah kebijakan suku kembang The Fed.

Saham Bristol Myers Squibb naik tipis 0,2 persen setelah muncul laporan mengenai pembicaraan awal merger dengan AstraZeneca. Jika terealisasi, kesepakatan tersebut berpotensi membentuk salah satu perusahaan farmasi terbesar di bumi dengan nilai nyaris USD 400 miliar.

Di sisi lain, saham operator hotel Marriott International ambruk 7 persen setelah perusahaan memperkirakan untung kuartal III berada di bawah ekspektasi pasar.

Presiden The Fed New York, John Williams, menyampaikan optimisme bahwa tekanan inflasi bakal mereda secara bertahap.

Kevin Warsh. Foto: Ann Saphir/REUTERS

Namun, laporan pekan lampau nan menyebut Ketua The Fed, Kevin Warsh, mengusulkan pengurangan gelombang rapat penetapan suku bunga, memunculkan kekhawatiran mengenai berkurangnya kejelasan arah kebijakan bank sentral.

Berdasarkan CME FedWatch, pasar saat ini memperkirakan kesempatan sebesar 64,5 persen bagi The Fed untuk meningkatkan suku kembang setidaknya 25 pedoman poin pada pertemuan September mendatang.

Pekan ini penanammodal juga bakal mencermati sejumlah info pasar tenaga kerja AS nan bakal berpuncak pada rilis info ketenagakerjaan pemerintah pada Jumat (7/8).

Di Bursa Efek New York (NYSE), jumlah saham nan menguat melampaui saham nan melemah dengan rasio 2,62 banding 1. Sementara di Nasdaq, rasionya mencapai 3,01 banding 1.

Indeks S&P 500 mencatat 15 saham nan membukukan level tertinggi baru dalam 52 minggu terakhir dan satu saham nan menyentuh level terendah baru. Sementara itu, Nasdaq Composite mencatat 121 saham nan mencapai level tertinggi baru dan 96 saham nan mencatat level terendah baru dalam periode nan sama.

Volume transaksi di seluruh bursa saham AS mencapai 19,36 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan rata-rata volume harian selama 20 hari perdagangan terakhir sebesar 17,66 miliar saham.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan