Feby Novalius
, Jurnalis-Kamis, 05 Maret 2026 |14:21 WIB

Fenomena meningkatnya permintaan produk mengenai persiapan Lebaran. ( Foto: Okezone.com/Freepik)
JAKARTA – Aktivitas ekonomi selama Ramadhan menunjukkan tren meningkat, terutama pada sektor fesyen muslim, makanan, dan minuman. Data awal menunjukkan lonjakan transaksi dibandingkan tahun sebelumnya.
Fenomena ini sejalan dengan meningkatnya permintaan produk mengenai persiapan Lebaran, mulai dari busana hingga kebutuhan rumah tangga. Pelaku usaha, termasuk UMKM, mencatat pertumbuhan transaksi hingga beberapa kali lipat pada minggu-minggu awal Ramadhan, menegaskan pentingnya periode ini sebagai momentum strategis dalam almanak ekonomi tahunan.
Analisis tren menunjukkan konsumen condong memanfaatkan waktu pra-Ramadhan untuk mencari inspirasi belanja, menyiapkan hidangan buka puasa, dan memenuhi kebutuhan Lebaran, sehingga mendorong lonjakan aktivitas perdagangan baik di kanal offline maupun digital.
“Ramadhan menjadi momen istimewa. Kekuatan penemuan dan support organisasi juga membantu pelaku usaha, termasuk UMKM, lebih mudah ditemukan calon pembeli di era e-commerce,” ujar Communications Lead TikTok Indonesia, Edwin Lengkei, Kamis (5/3/2026).
Beberapa UMKM mencatat pertumbuhan transaksi signifikan pada periode awal Ramadhan. Salah satunya adalah Mukena Wisanggeni, brand fesyen muslim nan telah berdagang sejak 2013.
“Sebagai pelaku UMKM, solusi terintegrasi dari beragam platform memudahkan kami memasarkan produk secara imajinatif serta menjangkau calon pembeli. Pada Ramadhan ini, nilai transaksi kami tumbuh lebih dari dua kali lipat," ujar Founder Mukena Wisanggeni, Nila Wulandari.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·