Prabowo Buka-bukaan Kalah 4 Kali di Pilpres, Sindir Pihak yang Suka Ribut

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Prabowo Buka-bukaan Kalah 4 Kali di Pilpres, Sindir Pihak nan Suka Ribut Presiden Prabowo Subianto.(Dok. YouTube Sekretariat Presiden)

PRESIDEN Prabowo Subianto membagikan pengalaman politiknya nan jarang diungkap ke publik, ialah tentang empat kali kekalahannya dalam kontestasi pemilihan presiden (pilpres). Di hadapan ribuan akademisi, dia menegaskan sikapnya untuk tidak pernah mengganggu pemimpin nan terpilih sebagai bentuk komitmen pada demokrasi.

Pesan kuat itu disampaikannya saat membuka Sarasehan Kebangsaan di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (26/6). Acara tersebut dihadiri oleh 2.600 sivitas akademika dari seluruh Indonesia.

"Saya maju ke rakyat lima kali minta mandat, empat kali tidak diberi mandat. Empat kali saya kalah, tetapi saya tidak mengganggu pemimpin nan dapat mandat," kata Prabowo, dilansir dari Antara, Jumat (26/6).

Sikap legawa tersebut, jelas Prabowo, lahir dari kesadaran bahwa bangsa Indonesia telah bermufakat untuk menjunjung tinggi kedaulatan rakyat. Menurutnya, manifestasi dari kedaulatan itu adalah kerakyatan nan diwujudkan melalui pemilihan umum.

Dalam pidatonya, Prabowo seolah menyindir pihak-pihak nan susah menerima hasil pemilu dan condong menciptakan kegaduhan. Ia mempertanyakan kapan bangsa ini bisa konsentrasi pada kesejahteraan jika daya lenyap untuk meributkan hasil pemilu.

"Kita mungkin tidak puas, tetapi alternatifnya apa? Apa kita mau gaduh? Habis setiap pemilihan gaduh. nan kalah ribut, nan kalah ribut. Kapan kita mau menuju kesejahteraan untuk rakyat kita?" tanyanya retoris.

Lebih dari sekadar refleksi pribadi, Prabowo menggunakan momentum tersebut untuk membujuk para elite dan kaum terpelajar merenungkan kembali tujuan bernegara. Ia menekankan bahwa pengetahuan dan kepintaran kudu diabdikan untuk mengangkat harkat rakyat nan paling lemah.

"Bukankah itu tanggungjawab kita sebagai anak bangsa, sebagai pemimpin, sebagai orang ter-pinter di negara ini? Segala kepinteran kita kudu kita abdikan untuk rakyat kita nan paling miskin dan paling lemah," tutupnya. (Ant/Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia