OJK Ajukan Proposal Reformasi Pasar Modal ke MSCI, Ditarget Berlaku Maret 2026

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

 OJK Ajukan Proposal Reformasi Pasar Modal ke MSCI, Ditarget Berlaku Maret 2026

OJK Ajukan Proposal Reformasi Pasar Modal ke MSCI, Ditarget Berlaku Maret 2026 (Foto: OJK)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempercepat reformasi struktural pasar modal sebagai tindak lanjut komunikasi intensif dengan penyedia indeks dunia MSCI. Sejumlah langkah teknis ditargetkan mulai efektif pada Maret 2026 guna meningkatkan transparansi dan kualitas tata kelola emiten di dalam negeri.

Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan, pemerintah Indonesia telah menyampaikan proposal dan melakukan pertemuan dengan MSCI mengenai sejumlah perbaikan struktural nan menjadi perhatian penanammodal global.

"Sementara mengenai dengan perkembangan langkah percepatan reformasi struktural di pasar modal, dapat kami sampaikan perkembangan terkini mengenai proposal dan pertemuan nan telah disampaikan oleh pihak Indonesia kepada pihak indeks provider global, dalam perihal ini MSCI," ujar Hasan dalan Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK, Selasa (3/3/2026). 

Langkah pertama nan bakal diimplementasikan adalah peningkatan keterbukaan pemilik saham. OJK memastikan disclosure kepemilikan saham di atas 1 persen bakal mulai dipublikasikan berasas info akhir Februari dan efektif dilakukan mulai Maret 2026.

"Disclosure alias keterbukaan pemilik saham dari perusahaan terbuka dengan proporsi kepemilikan saham di atas 1 persen ini dikonfirmasi bakal dipublikasikan mulai info terakhir Februari dan bakal dilakukan mulai bulan Maret 2026," jelas Hasan. 

Langkah kedua menyangkut percepatan pengisian perincian pengelompokkan penanammodal alias granularity oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) berbareng para personil bursa dan bank kustodian. Hingga 27 Februari 2026, progres pengisian telah mencapai 94 persen.

"Status per 27 Februari 2026 progres penyelesaiannya telah mencapai 94 persen. Tentu ini menjadikan kami optimis agar pengisian itu dapat diselesaikan sesuai timeline sampai dengan bulan Maret 2026," kata Hasan.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com