Latsarmil Renggut 3 Nyawa, Istana Janji Evaluasi

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Latsarmil Renggut 3 Nyawa, Istana Janji Evaluasi Pemerintah berjanji mengevaluasi Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) calon manajer Kopdes setelah tiga peserta meninggal.(Dok. Antara)

PEMERINTAH memberikan tanggapan atas meninggalnya tiga peserta Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) dan Kampung Nelayan Merah Putih. Istana memastikan program tersebut bakal dievaluasi dan menegaskan bahwa pembekalan kompetensi manajerial bakal tetap diberikan setelah tahap training militer selesai.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa training dasar militer hanyalah salah satu tahapan dari keseluruhan program. Menurutnya, para peserta bakal tetap menerima pendidikan nan berfokus pada pengelolaan koperasi setelahnya.

“Loh itu kan bagian dari proses pelatihannya ya. Nanti kan jika mengenai kompetensinya tetap ada juga pelatihan,” kata Prasetyo Hadi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (26/6).

Ia menekankan bahwa pemerintah tidak bakal mengabaikan peningkatan kapabilitas para calon manajer tersebut. “Iya dong, masa iya kita pemerintah terus tidak melakukan pendidikan kompetensi kan ya ndak mungkin,” ujarnya.

Prasetyo juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas kejadian nan terjadi. Ia berjanji pemerintah bakal melakukan perbaikan agar program serupa dapat melangkah lebih baik di masa depan. “Kita tentunya pertama kita menyampaikan keprihatinan dan duka cita nan mendalam ya. Tapi, mari kita terus untuk memperbaiki gitu,” ucapnya.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan telah membenarkan berita meninggalnya tiga peserta selama proses training berlangsung. Komandan Batalyon Latihan SPPI KDKMP dan KNMP di Brigif 1 Marinir, Letkol Marinir Agus Mutaqin, menjelaskan bahwa program pendidikan ini terdiri dari dua tahap.

Tahap pertama adalah latihan dasar kemiliteran selama 30 hari nan bermaksud membentuk disiplin, kekompakan, dan solidaritas. Materi nan diberikan mencakup peraturan baris-berbaris (PBB), pembinaan fisik, hingga latihan menembak. “Jadi, mereka punya dasar-dasar militer nan sekiranya bisa buat bekal dalam menuju penugasan berikutnya,” kata Agus pada Kamis (25/6).

Setelah itu, peserta bakal melanjutkan ke tahap kedua, ialah training manajerial selama 15 hari. “Materi dari Dinas Pertanian alias dari Kementerian Koperasi nan bakal mengakomodir selama dua minggu. Ada materi manajerial nan bakal diberikan oleh narasumber sipil nan memang berbobot dan punya kapabilitas,” jelas Agus. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia