Krisis Infrastruktur NASA: Fasilitas Era Apollo Ancam Keberhasilan Misi Artemis

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
 Fasilitas Era Apollo Ancam Keberhasilan Misi Artemis Infrastruktur menua di Pusat Antariksa Kennedy.(Dok. Kennedy Space Center)

RENCANA ambisius NASA untuk kembali ke Bulan melalui misi Artemis terancam oleh kondisi prasarana nan menua di Pusat Antariksa Kennedy (KSC), Florida. Laporan dari Kantor Inspektur Jenderal (OIG) NASA memperingatkan bahwa akomodasi nan dibangun pada era Apollo puluhan tahun lampau tidak lagi memadai untuk menopang lonjakan drastis aktivitas peluncuran roket.

Peringatan ini muncul di tengah peningkatan pesat agenda peluncuran. Dalam lima tahun terakhir, jumlah peluncuran dari KSC melonjak 252%, dari hanya 31 peluncuran pada 2020 menjadi 109 pada 2025. Lonjakan ini didorong oleh aktivitas komersial nan masif, ekspansi program NASA, dan persaingan ketat untuk mendapatkan akses ke landasan peluncuran.

Kesenjangan Anggaran dan Kebutuhan Modernisasi

Menurut laporan OIG, modernisasi KSC memerlukan investasi lebih dari US$1 miliar alias sekitar Rp17,8 triliun untuk mendukung operasi masa depan, termasuk potensi peluncuran harian roket super-berat. Namun, biaya nan dialokasikan Kongres AS untuk perbaikan prasarana saat ini hanya sekitar US$250 juta (sekitar Rp4,46 triliun), menciptakan kesenjangan pendanaan nan signifikan.

Inspektur jenderal menekankan bahwa Kompleks Peluncuran 39A dan 39B beserta seluruh prasarana pendukungnya memerlukan peningkatan besar agar bisa mengimbangi ritme peluncuran nan semakin padat.

Krisis Listrik, Gas, hingga Akses Jalan

Hampir semua akomodasi vital di KSC, mulai dari sistem kelistrikan, pasokan gas, hingga jaringan jalan, berada dalam kondisi kritis. Fasilitas ini awalnya dirancang pada tahun 1960-an untuk program Apollo dan tidak pernah dimaksudkan untuk menangani volume aktivitas saat ini.

Masalah daya listrik menjadi salah satu nan paling mendesak. Gardu induk C-5 hanya mempunyai sisa kapabilitas 9 megawatt untuk dibagi antara Pad 39A dan 39B, jumlah nan tidak cukup untuk satu kali peluncuran roket Starship milik SpaceX. Sebagai solusi sementara, SpaceX berencana menggunakan baterai Tesla Megapacks untuk pasokan daya cadangan.

Selain itu, pipa pasokan gas nitrogen dan helium juga memerlukan pembaruan. KSC sekarang bekerja sama dengan perusahaan komersial untuk membangun pipa gas alam cair baru. Infrastruktur air limbah juga menjadi prioritas untuk menampung peningkatan limbah akibat gelombang peluncuran nan tinggi.

Kondisi jaringan jalan sepanjang 231 mil dan enam jembatan di KSC juga mengkhawatirkan. Laporan OIG mencatat lampau lintas di area itu telah melonjak 347% dalam enam tahun, dengan proyeksi tambahan 19.000 perjalanan truk per tahun untuk mengangkut material ke akomodasi peluncuran. Tanpa investasi besar dan segera, masa depan eksplorasi luar angkasa Amerika Serikat berada dalam risiko. (Wesh/Florida Today/Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia