Kisah Debut Manis Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama, Mimpi Masa Kecil yang Jadi Nyata di Moto3 2026

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

Kisah Debut Manis Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama, Mimpi Masa Kecil nan Jadi Nyata di Moto3 2026

Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama pamer helm baru untuk Moto3 2026. (Foto: Instagram/veda_54)

DUNIA balap motor Indonesia tengah diramaikan oleh kisah inspiratif Veda Ega Pratama. Pembalap muda asal Wonosari, Gunungkidul, ini sukses mengubah angan masa kecilnya menjadi realita setelah resmi naik kelas ke kejuaraan bumi kasta ketiga, Moto3 2026.

Bergabung dengan Honda Team Asia, Veda tidak hanya datang sebagai pelengkap, melainkan langsung memberi ancaman nyata sejak seri pembuka di Thailand. Bagi Veda, kesempatan memihak tim pabrikan sebesar Honda adalah momen nan sangat emosional.

"Ini sangat spesial bagi saya lantaran menjadi pembalap juara bumi sudah menjadi angan saya sejak kecil," ungkapnya saat pertama kali diumumkan sebagai tandem dari pembalap Jepang, Zen Mitani.

Kepercayaan ini didapat Veda setelah dia menunjukkan kekuasaan luar biasa sebagai juara Asia Talent Cup 2023 dan menyabet posisi runner-up di arena Red Bull Rookies Cup.

1. Kejutan di Buriram

Pembuktian atas talenta besarnya langsung tersaji dalam balapan debutnya di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, Thailand, Minggu 1 Maret 2026. Memulai balapan dari posisi kelima, pembalap berumur 17 tahun ini menunjukkan mentalitas petarung nan tidak gentar menghadapi nama-nama besar.

 Instagram/@veda_54) Veda Ega Pratama melaju di Tes Pramusim Moto3 2026 (Foto: Instagram/@veda_54)

Veda sempat membikin publik Indonesia menahan napas saat dia sukses merangsek ke posisi ketiga pada lap keenam. Dalam balapan sepanjang 19 lap tersebut, Veda terlibat duel sengit di barisan depan melawan pembalap handal seperti Adrian Fernandez, Maximo Quiles, dan Valentin Perrone.

Meski pada akhirnya kudu puas finis di posisi kelima, performanya nan konsisten di grup depan membuktikan bahwa adaptasinya di kategori baru melangkah sangat cepat. Ia menunjukkan tantangan besar bersaing dengan pembalap terbaik bumi bukan lagi sekadar angan, melainkan realitas nan bisa dia hadapi dengan kepala tegak.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com