Ilustrasi(Dok Istimewa)
KEMENTERIAN Transmigrasi menyiapkan kawasan-kawasan transmigrasi di beragam wilayah untuk dijadikan sebagai ruang produksi baru nan modern, produktif, dan terhubung langsung dengan pasar.
Langkah strategis ini diambil seiring dengan tren positif sektor pertanian dalam Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6/2026). Sektor pertanian nasional dilaporkan tumbuh 5,74 persen, dengan Nilai Tukar Petani (NTP) mencapai 127 persen, nilai pupuk turun 20 persen, serta total produksi pangan Indonesia nan menembus nomor 38 ton.
Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, menilai capaian tersebut sebagai sinyal krusial untuk mempercepat transformasi di area transmigrasi. Menurutnya, transmigrasi kudu bergerak dari pendekatan administratif menuju pendekatan produktif berbasis data, teknologi, kelembagaan, dan komoditas unggulan.
Guna mendukung ekspansi pedoman pangan tersebut, salah satu konsentrasi utama Kementerian Transmigrasi adalah membawa penemuan teknologi pertanian dan transfer pengetahuan langsung ke tingkat akar rumput, termasuk ke wilayah-wilayah luar Jawa.
Iftitah mencontohkan langkah konkret ini dalam kunjungannya ke klaster transmigrasi di wilayah timur Indonesia beberapa waktu lalu. Program transmigrasi sekarang didesain untuk memperkuat kapabilitas masyarakat lokal melalui kerjasama keahlian.
“Melalui transmigrasi, kita mau mendatangkan pengetahuan, teknologi, dan sumber daya manusia terbaik untuk membantu masyarakat Papua mengelola potensi nan mereka miliki. Bukan sekadar memindahkan orang, tetapi menghadirkan kapabilitas dan kesempatan nan dapat mempercepat kemajuan kawasan,” ujar Iftitah melalui keterangannya, Jumat (26/6/2026).
Melalui penerapan teknologi, area transmigrasi diharapkan dapat mengangkat beragam penemuan mutakhir nan dipamerkan di PENAS XVII, seperti pola tanam dengan jarak lebih rapat nan bisa meningkatkan produksi gabah dari 5 ton menjadi 10 hingga 12 ton per hektare.
Presiden Prabowo Tegaskan Pentingnya Kedaulatan Pangan
Kerja nyata Kementerian Transmigrasi ini menjadi bagian dari jawaban atas komitmen politik pemerintah nan berpihak penuh pada kesejahteraan petani dan nelayan. Pemerintah menegaskan bahwa ketahanan sebuah peradaban bangsa sangat berjuntai pada kemandirian pemenuhan kebutuhan pokoknya sendiri tanpa bersandar pada komoditas impor.
Hal ini diserukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto saat memberikan sambutan utama di hadapan ribuan peserta PENAS XVII di Sport Center Limboto. Presiden mengingatkan seluruh unsur bangsa untuk terus menjaga sinergi nan telah sukses membawa Indonesia mencapai rekor swasembada beras dan jagung tertinggi dalam sejarah.
"Para petani dan nelayan adalah penghasil makanan, penghasil pangan. Tidak ada negara bisa berdiri, tidak ada negara bisa bertahan, apalagi tidak ada peradaban nan bisa memperkuat tanpa pangan,” kata Presiden Prabowo. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·