Ini Sederet Tugas Baru Bahlil dari Prabowo Percepat Transisi Energi, Kompor LPG Diganti Listrik

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

Binti Mufarida , Jurnalis-Kamis, 05 Maret 2026 |20:36 WIB

Ini Sederet Tugas Baru Bahlil dari Prabowo Percepat Transisi Energi, Kompor LPG Diganti Listrik

Ini Sederet Tugas Baru Bahlil dari Prabowo Percepat Transisi Energi, Kompor LPG Diganti Listrik (Foto: Setpres)

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto terus mendorong transisi daya bersih dan terbarukan dengan membetuk satuan tugas (satgas) percepatan transisi energi. Hal tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam keterangannya usai mengikuti rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta pada Kamis (5/3/2026).

“Kami diberikan tugas oleh Bapak Presiden sebagai Ketua Satgas dalam menjalankan dan menerjemahkan secara cepat,” ucap Bahlil.

Pembentukan satgas ini merupakan langkah pemerintah untuk mempercepat pembangunan 100 gigawatt pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) hingga konversi motor listrik. Bahlil mengatakan bahwa upaya tersebut ditargetkan dapat tercapai dalam kurun waktu tiga hingga lima tahun ke depan.

“Bapak Presiden telah menyampaikan bahwa maksimal 3-4 tahun, apalagi jika bisa lebih sigap lagi,” pungkasnya.

Percepatan transisi daya ini, menurut Bahlil, selain meningkatkan penggunaan daya bersih juga dapat mendorong efisiensi. Bahlil menyebut konversi pembangkit listrik berkekuatan diesel (PLTD) menjadi tenaga surya tersebut dapat turut mengurangi subsisdi listrik.

“Karena dengan kita mengkonversi dari PLTD di cell ke PLTS itu bakal mengakibatkan efisiensi terhadap subsidi listrik kita,” tandasnya.

Sejalan dengan perihal tersebut, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) Brian Yuliarto menuturkan bahwa percepatan transisi daya nasional ini juga bermaksud untuk mengurangi ketergantungan impor daya di tengah perubahan nilai dunia nan sangat dinamis.

“Jadi Pak Presiden meminta agar tadi beberapa menteri nan mengenai untuk mempercepat penyelenggaraan ini sehingga ketergantungan kita terhadap impor, ketergantungan kita terhadap nilai nan mungkin sigap berubah itu bisa dikurangi,” katanya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com