Hindari Obat Sembarangan, Dokter Imbau Masyarakat Rutin Cek Kesehatan

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Hindari Obat Sembarangan, Dokter Imbau Masyarakat Rutin Cek Kesehatan Ahli mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksakan kesehatan dan tidak mengonsumsi obat sembarangan.(Dok. Magnific)

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo, Mohammad Sofyan Kasim, mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksakan kesehatan dan menghindari konsumsi obat-obatan secara sembarangan. Langkah ini krusial untuk mencegah beragam akibat penyakit.

Mohammad Sofyan Kasim menyatakan bahwa pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan kunci untuk mendeteksi penyakit sejak awal sehingga dapat segera ditangani. Menurutnya, masyarakat tidak perlu menunggu hingga mengalami keluhan berat untuk memeriksakan diri.

"Sebisa mungkin masyarakat sering-sering berkonsultasi ke akomodasi pelayanan kesehatan, seperti puskesmas maupun rumah sakit," kata Sofyan ddilansir dari Antara, Jumat (26/6).

Ia menjelaskan, upaya pencegahan penyakit ini adalah bagian dari pendekatan promotif dan preventif nan perlu diterapkan oleh masyarakat dalam menjaga kesehatan secara keseluruhan.

Bahaya Konsumsi Obat tanpa Resep

Selain mendorong pemeriksaan rutin, Sofyan juga secara unik mengingatkan masyarakat agar tidak membeli dan mengonsumsi obat-obatan tanpa petunjuk dari master alias tenaga kesehatan nan kompeten.

Menurutnya, penggunaan obat secara sembarangan, terutama untuk jangka panjang, berpotensi besar menimbulkan akibat nan merugikan bagi kesehatan organ tubuh.

"Jangan membeli obat sendiri di warung, apalagi menggunakan obat-obat jangka panjang seperti obat anti nyeri nan tidak sesuai patokan alias petunjuk dari dokter," tegasnya.

Ia berambisi kesadaran masyarakat bakal pentingnya memanfaatkan akomodasi kesehatan untuk berkonsultasi dan memeriksa kondisi kesehatan dapat terus meningkat.

Sebagai informasi, RSUD Hasri Ainun Habibie melayani beragam kasus penyakit dalam, mulai dari hipertensi, gangguan ginjal, penyakit hati, gangguan jantung, kelainan endokrin, hingga penyakit jangkitan nan dirujuk dari akomodasi kesehatan tingkat pertama. (Ant/Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia