GMR Group Nilai Pembentukan Danantara Beri Optimisme bagi Investor Asing

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
GMR Group Nilai Pembentukan Danantara Beri Optimisme bagi Investor Asing Business Chairman International Airports & Energy GMR Srinivas Bommidala(MI/Andhika Prasetyo)

GMR Group, perusahaan multinasional asal India, menilai pembentukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara adalah salah satu aspek nan dapat meningkatkan kepercayaan investor asing terhadap Indonesia. Business Chairman International Airports & Energy GMR, Srinivas Bommidala, mengatakan Danantara menunjukkan kesungguhan Indonesia dalam memperkuat kapabilitas investasi nasional sekaligus memberikan sinyal positif bagi pelaku upaya global.

“Pembentukan Danantara sendiri merupakan langkah nan sangat penting. Tidak banyak nan menyangka Indonesia bakal membentuk instrumen seperti Danantara nan sekarang mengelola aset sekitar US$900 miliar, mendekati US$1 triliun. Ini memberikan kepercayaan kepada banyak penanammodal bahwa Indonesia juga bisa meningkatkan kapasitasnya,” kata Bommidala kepada Media Indonesia di Visakhapatnam, India, akhir pekan lalu.

Menurut dia, pembentukan Danantara dalam waktu relatif singkat sejak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjadi momentum krusial bagi penguatan suasana investasi nasional. Bommidala juga menilai stabilitas nan tercipta di bawah pemerintahan Presiden Prabowo turut meningkatkan optimisme penanammodal terhadap prospek perekonomian Indonesia.

“Salah satu perihal baik dari Presiden Prabowo adalah beliau telah membawa banyak stabilitas dan meningkatkan ekspektasi penanammodal terhadap Indonesia. Hal terbesar nan dapat beliau lakukan dalam waktu singkat setelah menjabat adalah membentuk Danantara, sesuatu nan sebelumnya belum pernah terpikirkan oleh banyak orang,” ujarnya.

GMR saat ini telah menanamkan investasi di Indonesia melalui kemitraan dengan PT Angkasa Pura II dalam pengembangan Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara. Kerja sama tersebut direalisasikan melalui pembentukan perusahaan patungan PT Angkasa Pura Aviasi dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) selama 25 tahun nan dimulai pada 2022. Dalam kemitraan itu, GMR Airports menguasai 49% saham, sementara 51% sisanya dimiliki PT Angkasa Pura II.

Kemitraan tersebut bermaksud mentransformasi Bandara Kualanamu menjadi salah satu hub penerbangan internasional utama di area barat Indonesia sekaligus memperkuat konektivitas dengan Asia Selatan. (E-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia