Trump Diam-diam Pindah Pesawat di Turki, Hindari Ancaman Iran

Sedang Trending 18 jam yang lalu
Presiden AS Donald Trump memberikan gestur saat bertolak dari Bandara Internasional Ibu Kota Beijing dengan menggunakan Air Force One di Beijing, China (15/5/2026). Foto: Evan Vucci/REUTERS

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan diam-diam dipindahkan dari pesawat Air Force One ke pesawat militer lain saat berada di Turki bulan lalu. Operasi rahasia tersebut dilakukan setelah muncul ancaman pembunuhan terhadap Trump nan disebut berasal dari Iran.

Menurut laporan Washington Post pada Senin (11/8), Trump awalnya dijadwalkan terbang dari Turki ke Inggris menggunakan Air Force One setelah menghadiri KTT NATO di Ankara.

Namun, sesaat setelah menaiki Air Force One, Trump diam-diam keluar melalui kendaraan pengangkut katering. Ia kemudian dipindahkan ke pesawat C-32A milik Angkatan Udara AS untuk melanjutkan penerbangan menuju Inggris.

New York Times juga melaporkan kejadian serupa dengan mengutip sejumlah pejabat AS nan tidak disebutkan namanya.

Operasi tersebut disebut dilakukan untuk mengelabui pihak nan berpotensi menakut-nakuti keselamatan Trump. Air Force One nan ditumpangi Trump sebelumnya di depan kamera justru digunakan sebagai pesawat pengalih.

Para wartawan nan berada di pesawat tersebut apalagi tidak mengetahui bahwa Trump telah meninggalkan pesawat. Mereka sempat diminta menutup gorden jendela di kabin pers selama penerbangan.

Ketika ditanya wartawan mengenai argumen gorden kudu ditutup, Trump sempat mengatakan mereka mungkin sedang berada dalam penerbangan nan berbahaya.

"Tapi jika saya pergi, kalian ikut, kan?" ujar Trump kepada wartawan.

Operasi Pengelabuan

Trump sebelumnya menaiki Air Force One lama di Ankara di hadapan wartawan. Setelah itu, dia diam-diam dipindahkan menggunakan kendaraan katering menuju pesawat C-32A nan lebih kecil.

Pesawat tersebut kemudian membawa Trump ke Inggris dan tiba sekitar pukul 22.20 waktu setempat. Air Force One lama nan membawa rombongan media tiba beberapa menit kemudian.

Belum diketahui secara pasti gimana Trump kembali dipindahkan dari C-32A ke Air Force One lama setelah tiba di Inggris.

Rombongan wartawan nan mengikuti perjalanan Trump melaporkan bahwa Trump kemudian turun dari tangga Air Force One lama sekitar pukul 22.56. Ia sempat memberi isyarat dua jari kepada wartawan sebelum menemui sejumlah personel militer AS.

Laporan tersebut menyebut operasi pengelabuan dilakukan setelah adanya ancaman nan dinilai andal terhadap keselamatan Trump.

Operasi serupa pernah dilakukan pada 2000 ketika Presiden AS Bill Clinton menggunakan pesawat pelaksana tanpa tanda unik untuk melakukan penerbangan ke Pakistan. Sementara itu, pesawat resmi Air Force One digunakan sebagai pengalih.

Gedung Putih: Banyak Musuh Incar Trump

Gedung Putih tidak secara langsung mengonfirmasi perincian pemindahan Trump dari Air Force One ke C-32A.

Namun, Direktur Komunikasi Gedung Putih Steve Cheung mengatakan pesawat Boeing 747 nan diberikan Qatar kepada AS telah dilengkapi sistem keamanan tingkat tinggi untuk melindungi Trump dan stafnya.

"Seperti nan telah dikatakan Presiden baru-baru ini, ada banyak musuh Amerika nan mengincarnya, dan kami menggunakan setiap perangkat nan tersedia untuk menghadapi ancaman tersebut," kata Cheung.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan