Langit siang di Spanyol berubah gelap saat eklips mentari total melintas pada Rabu (12/8). Warga pun beramai-ramai menyaksikan kejadian langka tersebut.
Dilansir AFP, eklips mentari total ini menjadi nan pertama terlihat di daratan Spanyol sejak lebih dari satu abad terakhir. Saat bulan sepenuhnya menutupi matahari, sorak-sorai kerumunan terdengar dari mereka nan telah menunggu di sejumlah lokasi.
“Ini pemandangan nan tidak pernah saya bayangkan bakal saya lihat,” kata Isabel Troyano, 56 tahun, penduduk nan menyaksikan eklips berbareng putranya di Tarragona, pesisir Mediterania Spanyol.
“Saya sampai merinding,” tambahnya.
Bayangan bulan bergerak dari Greenland menuju Islandia sebelum melintasi Samudra Atlantik dan mencapai Spanyol bagian utara.
Di Reykjavik, ibu kota Islandia, eklips mentari total terakhir kali terlihat pada 1433. Gerhana serupa baru bakal kembali terjadi di kota tersebut pada 2196.
Sementara di Spanyol, jalur gambaran bulan membentang secara diagonal dari pesisir utara hingga Kepulauan Balearic.
Di puncak Pic du Midi, Pegunungan Pyrenees, Prancis, awan tebal terbelah beberapa menit sebelum eklips terjadi, sehingga para visitor dapat menyaksikan kejadian tersebut.
Gerhana juga menarik kerumunan di London, Paris, dan beragam wilayah di benua Eropa.
Warga dan visitor berkumpul di sejumlah pantai untuk menyaksikannya. Sebagian dari mereka apalagi mengenakan busana renang sembari menggunakan kacamata unik untuk memandang gerhana.
Gerhana sebagian juga dapat diamati di beragam wilayah Eropa, Kanada, Amerika Serikat bagian utara, hingga Afrika barat laut.
Berlangsung Hanya Beberapa Menit
Gerhana mentari total hanya berjalan singkat. Bayangan bulan bergerak melintasi permukaan bumi dengan kecepatan sekitar 3.430 kilometer per jam.
Saat eklips total terjadi, suhu di wilayah nan dilalui gambaran bulan dapat menurun. Suasana pun berubah seperti senja, sementara sejumlah hewan merespons perubahan sinar dengan mulai beristirahat.
Fenomena tersebut juga disiarkan secara langsung oleh NASA dan Badan Antariksa Eropa (ESA). Bagi para ilmuwan, eklips menjadi kesempatan untuk mempelajari atmosfer matahari, termasuk lapisan terluarnya. Pengamatan itu diharapkan membantu penelitian mengenai angin mentari dan medan magnet bintang tersebut.
450 Ribu Turis Diprediksi Datang ke Spanyol
Antusiasme terhadap eklips sudah terasa di Spanyol sejak sebelum kejadian berlangsung. Pemerintah Spanyol memperkirakan nyaris 450 ribu visitor tambahan datang untuk menyaksikan gerhana.
Kehadiran visitor tersebut diperkirakan memberikan tambahan sekitar 347 juta euro alias sekitar Rp 6,6 triliun bagi perekonomian.
Untuk mengantisipasi kepadatan dan memastikan aktivitas melangkah aman, nyaris 25 ribu polisi dikerahkan.
Menteri Dalam Negeri Spanyol Fernando Grande-Marlaska mengatakan pengerahan personel dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian aktivitas berjalan lancar.
Gerhana mentari total berikutnya bakal melintasi Spanyol bagian selatan dan Afrika utara pada Agustus 2027.
Sementara itu, eklips mentari cincin dijadwalkan melintasi Semenanjung Iberia pada 2028. Fenomena ini terjadi ketika Bulan tidak cukup besar untuk menutupi seluruh permukaan Matahari sehingga menyisakan corak seperti “cincin api”.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·