Dari Sampah Organik Jadi Pakan Lele, Inovasi Teknologi Ini Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Warga

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Dari Sampah Organik Jadi Pakan Lele, Inovasi Teknologi Ini Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Warga Ilustrasi(Dok Istimewa)

PEKARANGAN masjid tak lagi hanya menjadi ruang terbuka bagi aktivitas ibadah. Berkat pemanfaatan teknologi tepat guna, lahan terbatas sekarang dapat disulap menjadi pusat produksi pangan dan sumber ekonomi baru bagi masyarakat.

Melalui konsep ekonomi sirkular nan mengintegrasikan budidaya ikan, pengolahan limbah organik, dan digitalisasi informasi, masyarakat didorong membangun kemandirian secara berkelanjutan.

Inovasi ini diwujudkan melalui kerjasama bagian Ilmu Teknik Elektro Universitas Mercu Buana (UMB) dan Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) dalam aktivitas Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertaraf internasional di Masjid Jami Himawan At-Taubah, Srengseng, Jakarta. Mengusung tema Kemandirian Ekonomi Jamaah Masjid Jami Himawan At-Taubah Melalui Digitalisasi Informasi, Pengolahan Limbah Organik, dan Akuakultur Cerdas, program ini menghadirkan solusi teknologi aplikatif dan mudah diterapkan masyarakat.

Program ini mengintegrasikan tiga teknologi tepat guna dalam satu ekosistem produktif. Pertama, sistem akuakultur pandai berbasis budidaya ikan lele nan dirancang agar tetap produktif meski memanfaatkan lahan terbatas.

Kedua, instalasi pengolahan limbah organik menggunakan budidaya maggot (black soldier fly) nan bisa mengubah sampah rumah tangga menjadi sumber pakan berprotein tinggi.

Ketiga, sistem digital info masjid nan menyajikan agenda adzan dan waktu salat melalui jaringan internet dan televisi sehingga info ibadah dapat diakses jamaah secara lebih efektif. Ketiga penemuan ini saling terhubung dalam konsep ekonomi sirkular. 

Limbah organik rumah tangga dimanfaatkan sebagai media budidaya maggot, kemudian hasil panennya digunakan sebagai pakan lele. Pola ini bisa mengurangi biaya operasional budidaya ikan dan menekan volume sampah organik nan berhujung di tempat pembuangan akhir.

Rektor UMB sekaligus pengajar Bidang Ilmu Teknik Elektro Prof Andi Adriansyah mengatakan kerjasama lintas negara ini merupakan penerapan nyata Tridharma Perguruan Tinggi nan tidak berakhir pada aktivitas akademik semata.

"Sains tidak boleh eksklusif di dalam laboratorium, tetapi kudu diterjemahkan menjadi instrumen pemberdayaan nan berfaedah nyata bagi masyarakat. Kami minta program ini jadi awal lahirnya kemandirian ekonomi terukur, berkelanjutan, dan bisa meningkatkan kesejahteraan jemaah," ujarnya, Kamis (25/6/2026).

Menurut Andi, keterlibatan pengajar dari jenjang sarjana, magister, hingga ahli menunjukkan kerjasama multidisiplin bisa menghasilkan solusi relevan terhadap persoalan sosial dan ekonomi masyarakat. Pendekatan ini juga mempercepat hilirisasi hasil riset agar dapat langsung dimanfaatkan oleh komunitas.

Ia berambisi melalui kerjasama akademisi Indonesia dan Malaysia, program ini menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi nan dapat direplikasi di beragam wilayah.

"Dengan memanfaatkan potensi lokal, penemuan sederhana tapi terintegrasi bisa menghadirkan solusi nyata bagi ketahanan pangan, pengelolaan lingkungan, dan penguatan ekonomi komunitas," pungkasnya.

Perwakilan Fakultas Pendidikan Teknikal dan Vokasional UTHM Abdul Hamid menilai kerja sama internasional ini jadi contoh transfer pengetahuan dunia dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat lokal. Ia menjelaskan teknologi lingkungan dan rekayasa teknik tidak hanya berfaedah meningkatkan efisiensi, tetapi juga bisa memperkuat rantai pasok pangan, mendukung pengelolaan biomassa berkelanjutan, serta menciptakan akibat ekonomi dan ekologis secara bersamaan.

Sambutan positif datang dari Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Jami Himawan At-Taubah Ustaz Romlih. Ia mengapresiasi support pengetahuan pengetahuan dan akomodasi produktif nan diberikan kepada jemaah. Menurutnya, pengurus masjid berkomitmen mengelola instalasi budidaya lele dan maggot secara berkepanjangan sehingga hasil panennya dapat jadi sumber pendanaan berdikari bagi operasional masjid dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kelurahan Srengseng.  (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia