Ilustrasi(Dok Istimewa)
BADAN Amil Zakat Nasional (Baznas) RI dan Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) terus memperkuat kerjasama dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia melalui beragam program strategis, khususnya di bagian pemberdayaan ekonomi mustahik.
Hal tersebut mengemuka dalam audiensi Baznas RI berbareng BP Taskin nan digelar di Gedung Baznas RI, Jakarta.
Deputi II Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, M. Imdadun Rahmat, mengatakan Baznas dan BP Taskin mempunyai irisan program nan sangat strategis untuk dikolaborasikan dalam mempercepat pengentasan kemiskinan.
Menurutnya, konsentrasi utama Baznas nan menyasar golongan fakir dan miskin sejalan dengan sasaran prioritas nan ditetapkan BP Taskin.
"Fokus utama nan beririsan langsung dengan sasaran prioritas BP Taskin adalah golongan fakir dan miskin, lantaran kedua golongan ini menempati urutan pertama dan kedua dalam prioritas penyaluran," ujarnya.
Imdadun menjelaskan, Baznas saat ini mempunyai 43 program penyaluran nan mencakup beragam sektor, antara lain kemanusiaan, kebencanaan, kesehatan, dakwah, ekonomi, dan pendidikan.
Ia berambisi beragam program tersebut dapat dikolaborasikan dengan BP Taskin sehingga faedah nan dirasakan masyarakat menjadi lebih luas dan berakibat signifikan terhadap upaya pengentasan kemiskinan.
Sementara itu, Deputi Percepatan Fasilitasi dan Perlindungan Kesejahteraan BP Taskin, Zaidirina, mengapresiasi support BAZNAS terhadap beragam program nan dijalankan BP Taskin, khususnya melalui Program Si-Taskin (Sinergi Percepatan Pengentasan Kemiskinan).
"Kami sangat mengapresiasi Baznas nan telah mendukung Program Si-Taskin sejak awal. Program ini telah melangkah di beragam daerah, seperti Pandeglang, Tangerang, Jember, Cilacap, Bogor, Aceh, hingga Toraja Utara. Kami berambisi kerjasama ini terus ditingkatkan di bawah kepengurusan Baznas nan baru," ujar Zaidirina.
Ia menambahkan, kerjasama lintas lembaga menjadi sangat krusial mengingat sasaran pengentasan kemiskinan nan ditetapkan pemerintah cukup ambisius. Berdasarkan RPJPN dan RPJMN, pemerintah menargetkan nomor kemiskinan ekstrem mencapai 0 persen pada 2026, sementara tingkat kemiskinan relatif diturunkan menjadi 4,5 hingga 5 persen pada 2029.
Untuk mencapai sasaran tersebut, Zaidirina menilai banyak program unggulan Baznas nan dapat disinergikan dengan BP Taskin, termasuk program pengembangan UMKM dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, upaya pengentasan kemiskinan tidak cukup hanya melalui support sosial, tetapi juga kudu diarahkan pada peningkatan kemandirian penerima manfaat.
"Sasaran utama kita adalah mewujudkan kemandirian golongan rentan, khususnya pada desil pertama hingga desil tiga. Bantuan sosial dan perlindungan sosial itu seumpama pelampung. Setelah masyarakat diberi pelampung, mereka kudu dibantu untuk naik ke atas kapal (graduasi), bukan dibiarkan terapung selamanya di laut," katanya.(H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·