Hotel BUMN resmi disatukan di bawah InJourney lewat transformasi Danantara.(Dok. Danantara)
KONSOLIDASI hotel-hotel milik Badan Usaha Milik Negara memasuki babak baru. Seluruh aset hotel BUMN resmi disatukan di bawah payung InJourney sebagai bagian dari transformasi besar sektor hospitality nan diorkestrasi oleh Danantara.
Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengatakan penyatuan hotel BUMN merupakan langkah strategis untuk menata ulang aset hospitality negara agar mempunyai nilai tambah lebih besar.
“Penyatuan seluruh hotel BUMN di bawah payung InJourney adalah lompatan besar dalam menata ulang dan memperkuat nilai aset hospitality kita agar lebih berkekuatan saing. Dengan proyeksi 120 hotel, InJourney bakal menjadi operator hotel kedua terbesar di Indonesia,” ujar Dony, Jumat (26/6).
Sebelumnya, sebanyak 45 hotel nan tersebar di sejumlah BUMN telah menandatangani Conditional Sale and Purchase Agreement alias CSPA. Penandatanganan ini menjadi bagian dari proses penyatuan aset hotel BUMN di bawah InJourney.
InJourney diproyeksikan mengelola hingga 120 hotel. Dengan jumlah tersebut, InJourney bakal melesat menjadi operator hotel terbesar kedua di Indonesia, sekaligus memperkuat posisinya sebagai holding pariwisata dan aviasi nan mengintegrasikan jasa perjalanan, destinasi, dan akomodasi dalam satu ekosistem.
Menurut Dony, CSPA menjadi tonggak krusial lantaran menandai berjalannya transformasi BUMN sektor hospitality dari tahap perencanaan menuju eksekusi korporasi.
“Penandatanganan CSPA oleh 45 hotel ini merupakan bagian dari transformasi BUMN di sektor hospitality. Momentum positif ini bakal terus kita jaga, dan kami memproyeksikan adanya penambahan penandatanganan dari beberapa hotel lainnya pada awal pekan depan. Ini adalah langkah konkret menuju optimasi nilai aset dan struktur manajemen nan lebih tangguh,” kata dia.
Dony mengatakan, konsolidasi ini menjadi bagian dari agenda besar penataan portofolio BUMN. Melalui penyatuan aset, hotel-hotel nan sebelumnya tersebar di beragam perusahaan pelat merah bakal berada dalam satu struktur pengelolaan nan lebih terintegrasi.
Dengan model tersebut, lanjut dia, pengelolaan hotel BUMN diharapkan tidak lagi melangkah terfragmentasi. InJourney bakal mempunyai ruang lebih besar untuk melakukan standardisasi layanan, memperkuat efisiensi operasional, mengonsolidasikan strategi pemasaran, serta mengoptimalkan aset-aset hotel nan selama ini tersebar di beragam wilayah.
Dony menegaskan, skema CSPA dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dan tata kelola nan baik. Menurut dia, konsolidasi aset ini tidak hanya bermaksud memperbesar jumlah portofolio hotel, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru bagi industri pariwisata nasional.
“Skema CSPA ini memastikan bahwa proses konsolidasi aset melangkah prudent dan mengedepankan tata kelola nan baik. Dengan terkonsolidasinya seluruh hotel BUMN menjadi pondasi nan solid untuk melakukan value creation. Transformasi ini pada akhirnya bakal menciptakan portofolio industri pariwisata nan lebih efisien, kompetitif, dan terintegrasi,” ujar Dony.
Selain itu, tambah Dony, penyatuan hotel BUMN di bawah InJourney juga memperkuat arah transformasi BUMN nan sekarang semakin menekankan konsentrasi bisnis, efisiensi aset, dan peningkatan daya saing. Dalam konteks industri pariwisata, langkah ini dinilai strategis lantaran Indonesia memerlukan pemain hospitality berskala besar nan bisa mendukung pertumbuhan destinasi, mobilitas wisatawan, dan jasa perjalanan terpadu.
Dengan proyeksi 120 hotel, InJourney tidak hanya menjadi operator besar dari sisi jumlah aset. Perusahaan juga berkesempatan membangun jaringan hotel nasional nan terkoneksi dengan bandara, destinasi wisata, area komersial, hingga ekosistem perjalanan nan selama ini berada di bawah portofolio InJourney.
Konsolidasi ini sekaligus menjadi sinyal bahwa transformasi BUMN di sektor pariwisata mulai masuk fase lebih konkret. Setelah penguatan holding pariwisata dan aviasi, penyatuan hotel BUMN menjadi salah satu langkah lanjutan untuk menciptakan portofolio upaya nan lebih solid dan berbobot tambah.
Danantara memproyeksikan penandatanganan CSPA oleh hotel-hotel lainnya bakal bersambung pada awal pekan depan. Dengan demikian, jumlah hotel nan masuk dalam konsolidasi InJourney berpotensi terus bertambah hingga mencapai proyeksi 120 hotel. (Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·