Warga Sleman Masih Dihantui Teror Api: 12 Hari Sudah 87 Kali Rumah Terbakar

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Petugas BPBD mengawasi barang-barang nan terbakar di rumah Mutfiana, penduduk Seyegan, Sleman, D.I Yogyakarta, Senin (1/6/2026). Foto: Andreas Fitri Atmoko/ANTARA FOTO

Kebakaran misterius tetap terus terjadi di sebuah rumah di Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman hingga hari ini, Rabu (3/6).

Total sejak 23 Mei sampai hari ini Rabu (3/6) alias 12 hari sudah ada 87 kali kebakaran.

"Terakhir jam 9.50 WIB pagi ini. Rak kayaknya itu (berbahan) leburan kayu. Serbuk itu," kata Agus Yani, pemilik rumah kepada wartawan, Rabu (3/6).

Hari ini, kebakaran terjadi pada pukul 07.45 WIB, 08.45 WIB, 09.05 WIB, 09.12 WIB, dan 09.50 WIB.

Sebuah rumah di Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, alami 51 kebakaran misterius selama seminggu terakhir. Api membakar sembarang barang nan terbuat dari kain, gabus, plastik, hingga kayu, Jumat (29/5/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Selain rak, barang nan terbakar adalah sandal, lemari nan terbakar dua kali, dan kitab di kamar.

Diberitakan sebelumnya, hingga kemarin alias 2 Juni sudah tercatat 81 kali kejadian kebakaran dengan dua di antaranya terjadi di gedung ruko nan berada di sebelah utara.

"Untuk merembetnya itu sudah merembet ke sebelah," kata Agus, Selasa (2/6).

Agus Yani (61) penunggu rumah di Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, nan 51 kebakaran secara misterius selama seminggu terakhir. Api membakar sembarang barang nan terbuat dari kain, gabus, plastik, hingga kayu, Jumat (29/5/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Kebakaran terjadi di belakang ruko. Percikan api timbul di kayu nan diletakkan di sana. Ruko ini adalah tempat Agus dan family mengungsi.

"Timbul percikan api. nan mana untuk medianya, bukan kaus, bukan kain, tapi dia kayu. Kayu terbakar. Nah, saya membayangkan jika itu andaikan itu bukan kayu, tapi kain, mungkin lebih besar," katanya.

Peristiwa ini terjadi kemarin sore sekitar lenyap Magrib.

"Dua kali. nan di sebelahnya itu tripleks. Tapi enggak sadar bahwa itu api dari mana, hanya dipadamkan oleh orang nan di sawah. (Kemarin) Sekitar jam 15.00 WIB alias 16.00 WIB," katanya.

Tim peneliti dari UGM dan UPN telah terjun ke letak untuk menginvestigasi kebakaran misterius ini. Dugaan sementara kebakaran dipicu gas metana hingga temuan tingginya gas hidrogen.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan