Warga RI Irit Makan di Warung Padang dan Pilih Menu Murah, Ada Apa?

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Pelaku Usaha Rumah Makan Padang memandang adanya tren pergeseran perilaku konsumsi Nasi Padang di kalangan pelanggan. Jika sebelumnya menu masakan Padang favorit pengguna adalah rendang, tunjang, daging cincang, dan ikan, sekarang mereka condong memilih menu dengan nilai terjangkau.

Menurut cerita pedagang, sebagian pengguna condong membeli menu masakan Padang dengan nilai sekitar Rp 15.000 sampai Rp 20.000. Biasanya, menu di kisaran nilai tersebut berisi nasi, telur dadar, ayam dan sayur.

"Iya kadang-kadang sih nyari nan paketan Rp 15.000 gitu," ungkap Ijan, seorang pelaku upaya Rumah Makan Padang di Tebet kepada CNBC Indonesia, Selasa (9/6/2026).

Bersamaan dengan itu, Ijan menilai, kondisi daya beli masyarakat juga mulai turun. Hal ini terlihat dari penurunan omzet nasi Padang nan mencapai lebih dari 10% dalam beberapa waktu terakhir.

Bahkan, lanjut Ijan, biasanya menu-menu masakan Padang di tempatnya sudah lenyap sekitar pukul 14.00 WIB siang, tetapi sekarang sudah tidak seperti itu. Dahulu Rumah Makan Padang nan dikelolanya juga kerap diramaikan visitor saat jam makan siang. Namun, sekarang kondisinya tampak biasa saja.

Masih di area Tebet, pelaku upaya Rumah Makan Padang lainnya, Ridwan mengaku mendapati beberapa visitor condong memilih menu nan irit ketika pertengahan hingga akhir bulan. Pada periode tersebut, biasanya para pembeli Nasi Padang lebih memilih menu seperti nasi telur, nasi perkedel, dan nasi terong seharga Rp 18.000.

"Sejauh ini sih tengah bulan biasanya ya sampai ke akhir sepi, biasanya ngirit mereka," ungkap Ridwan saat ditemui CNBC Indonesia.

Saking iritnya, lanjut Ridwan, kerap kali dia mendapatkan visitor nan hanya membeli sayur dan sambal tanpa nasi untuk dibawa pulang. Di sisi lain, ada juga pembeli nan hanya mau membeli lauknya saja untuk dibagi-bagi dengan keluarganya di rumah.

Kondisi Rumah Makan Padang di Cikini, Jakarta Pusat pada Jumat (5/6/2026). (CNBC Indonesia/Elga Nurmutia)Kondisi Rumah Makan Padang di Cikini, Jakarta Pusat pada Jumat (5/6/2026). (CNBC Indonesia/Elga Nurmutia) Foto: Kondisi Rumah Makan Padang di Cikini, Jakarta Pusat pada Jumat (5/6/2026). (CNBC Indonesia/Elga Nurmutia)

"Kalau di Nasi Padang kan dia akumulasinya sayur tuh free dan dia udah di-include dari orang beli lauk," jelasnya.

Beda halnya jika terjadi pada awal bulan alias periode gajian, para visitor Rumah Makan Padang banyak nan membeli paket nasi ikan, daging cincang, rendang hingga tunjang. Menu-menu premium tersebut biasanya dibanderol sekitar Rp 20.000-an ke atas.

Mayoritas visitor juga membeli menu paket komplit seharga Rp 27.000 nan berisi nasi, satu jenis lauk, sayur dan sambal. Sayangnya, penjualan menu-menu paket tersebut mulai berkurang saat pertengahan hingga akhir bulan.

Bergeser ke area Cikini, Jakarta Pusat, Taufik seorang pelaku upaya Rumah Makan Padang turut merasakan adanya penurunan penjualan Nasi Padang di tempatnya. Ia memandang adanya pergeseran menu paket nan dipilih oleh masyarakat. Sebelumnya, kebanyakan pengguna datang membeli nasi rendang, nasi ayam hingga lauk-lauk mewah lainnya.

Namun, saat ini banyak pengguna condong memilih membeli menu nan murah seperti nasi telur, nasi perkedel, hingga nasi kentang balado. Bahkan, ada juga nan biasanya membeli rendang mulai beranjak ke menu ayam.

Taufik juga menjelaskan, saat ini menu makanan seperti Kepala Kakap, Cumi, serta menu berbahan dasarnya mahal lainnya agak susah dijual secara optimal. Melihat kondisi itu, dia memutuskan untuk mengurangi porsi penyajian.

Sebagai contoh, tadinya Taufik menjual 6-7 kepala kakap, namun sekarang hanya setengahnya namalain hanya tiga kepala kakap. Untuk Nasi Padang dengan menu kepala kakap sendiri dibanderol seharga Rp 50.000.

Di sisi lain, Andi, seorang pengguna Rumah Makan Padang mengaku tetap membeli Nasi Padang lantaran menunya relatif beragam dan porsinya banyak. Meski demikian, dalam kondisi ekonomi saat ini, dia mulai berhemat saat membeli makanan, mengingat nilai kebutuhan hidup lainnya sudah semakin tinggi.

"Kalau sekarang sih udah mulai diirit-irit ya. Mungkin nasi sama telur udah cukuplah itu," jelasnya.

Dirinya bilang, beberapa menu makanan di Rumah Makan Padang nan pernah dikunjunginya memang sudah ada nan mengalami kenaikan harga. Dari situ, dia senantiasa memperhatikan anggaran nan tersedia sebelum memutuskan membeli Nasi Padang.

"Karena kan porsinya juga besar, dapet sayurnya gratis. Minumnya juga gratis. Iya tetap worth it sampai sekarang. Tinggal menunya aja nan disesuaikan," terangnya.

Dalam kesempatan terpisah, seorang pengguna setia Nasi Padang, Sarah mengaku tetap sering membeli masakan Padang. Selain rasanya enak, jaraknya pun tetap tergolong dekat dari kediamannya.

Dia mengaku, ketika membeli Nasi Padang di dekat rumahnya, belum ada kenaikan nilai nan signifikan. Bahkan, ke depannya dia kemungkinan tetap bakal terus membeli masakan Padang sebagai lauk utama.

"Saya memilih makanan di Rumah Makan Padang tetap sesuai selera," tandasnya.

(wur/wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News