Jakarta, CNN Indonesia --
Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Andri Mulyono, Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT) nan merupakan penyedia motor listrik Emmo sebagai tersangka dalam kasus korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Berdasarkan dua perangkat bukti nan cukup maka tim interogator menetapkan kerabat AM selaku Komisaris PT YAT sebagai tersangka dalam perkara investigasi dugaan tindak pidana korupsi tata kelola MBG pada BGN," kata Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Syarief Sulaeman Nahdi dalam konvensi pers, Jumat (12/6).
Syarief menerangkan Andri selaku komisaris dan pengendali PT YAT nan bergerak di bagian pengadaan peralatan dan logistik, melakukan pertemuan dengan Lodewyk Pusung nan saat itu tetap menjabat sebagai Wakil Kepala BGN. Tujuannya, melakukan presentasi profil perusahaan dalam rangka mengerjakan proyek-proyek pengadaan peralatan di BGN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah pertemuan tersebut, Andri mendapatkan info mengenai pengadaan sepeda motor listrik di BGN.
"Bahwa kemudian Saudara AM secara melawan norma sejak bulan Februari 2025 melakukan komunikasi aktif dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk menindaklanjuti rencana pengadaan tersebut," tutur Syarief.
Atas perbuatannya, Andri dijerat Pasal 603 KUHP dan 604 KUHP. Andri saat ini telah dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan di Rutan Salemba bagian Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.
Sebelumnya, Kejagung telah menetapkan empat tersangka dalam perkara ini.
Mereka ialah mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya, mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung dan Asep Yusuf Somantri (AYS) nan merupakan orang kepercayaan Sony.
Syarief menjelaskan program MBG semestinya dikelola oleh yayasan nan terafiliasi dengan sekolah penerima.
Namun, dalam pelaksanaannya banyak SPPG nan ditunjuk lantaran mempunyai hubungan dengan petinggi BGN. Kata Syarief, yayasan itu sejatinya juga tidak mempunyai syarat untuk menjadi mitra SPPG.
Ketiganya juga melakukan mark up nilai pengadaan peralatan sehingga terjadi kerugian nan tidak mendukung operasional penyelenggaraan MBG. Mulai dari 21.801 unit motor listrik senilai Rp1,03 triliun, 32.000 pasang sepatu, 31.994 unit tablet serta 5.400 unit televisi 75 inch.
(dis/ugo)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·