Anak membutuhkan waktu bermain untuk mendukung tumbuh kembangnya, baik dari sisi fisik, emosional, maupun sosial. Selain bermain di sekitar rumah, banyak orang tua nan sekarang lebih sering membujuk si mini berpiknik ke alam terbuka.
Menghabiskan waktu di alam berbareng family selalu menghadirkan pengalaman nan menyenangkan. Mulai dari menikmati keelokan kebun bunga, bermain di tepi danau, hingga menyusuri jalur hiking nan ramah untuk anak-anak.
Tak hanya menciptakan momen berbobot berbareng keluarga, aktivitas ini juga dapat membangkitkan rasa mau tahu dan semangat petualangan si kecil.
Menurut UNICEF, bermain di luar ruangan mendorong anak untuk lebih aktif bergerak, nan tentunya baik bagi kesehatan dan perkembangan fisiknya. Nah, sejumlah kawan kumparanMOM rupanya juga punya pengalaman seru saat membujuk buah hati mereka menjelajahi alam terbuka. Yuk, simak cerita mereka berikut ini!
Cerita kawan kumparanMOM Menikmati Aktivitas di Alam berbareng Si Kecil
Cerita pertama datang dari Mom Annisa. Baginya, pengalaman liburan paling berkesan adalah saat pertama kali berjamu ke Scientia Square Park berbareng keluarga.
Bagi family nan mau menghabiskan waktu berbobot di alam terbuka, Scientia Square Park bisa menjadi pilihan menarik. Taman ini memadukan konsep rekreasi dan edukasi melalui beragam aktivitas seru, mulai dari area bermain hingga kesempatan bagi anak untuk berinteraksi langsung dengan hewan dalam suasana nan menyenangkan.
Karena begitu antusias, Annisa dan keluarganya menghabiskan waktu dari pagi hingga malam hari di taman tersebut. Mereka apalagi membawa beragam perlengkapan untuk mendukung aktivitas selama berkunjung.
Selama berkunjung, mereka mencoba beragam aktivitas seru, mulai dari bermain pasir, berenang, hingga memberi makan hewan. "Hal nan paling berkesan adalah berinteraksi langsung dengan hewan eksotis seperti alpaca. Ada juga kura-kura Sulcata nan besar dan lucu," tuturnya.
Sejak kunjungan itu, sang anak kerap meminta diajak kembali. Sebagai orang tua, Mom Annisa tentu senang memenuhi kemauan tersebut lantaran menurutnya, bermain di alam sangat krusial untuk tumbuh kembang anak dan bisa menumbuhkan rasa cinta pada alam sejak dini.
Di sisi lain, kawan kumparanMOM Selvi Apriyani (37) juga doyan membujuk putrinya mengeksplorasi wisata alam. Saat berjamu ke tempat-tempat bernuansa alam, dia membebaskan sang anak mengekspresikan diri dengan melukis pemandangan nan dilihat langsung di depan matanya.
Bagi Selvi, langkah ini membikin anak lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Nggak lupa, dia juga mengajarkan sang putri untuk selalu berterima kasih lantaran telah diberi kesempatan memandang dan menikmati keelokan buatan Tuhan secara langsung.
Cerita berikutnya datang dari Mom Amelia Dwianti (32) nan punya pengalaman seru saat membujuk putranya camping.
Menurut Annisa, aktivitas camping mendorong anak untuk tetap aktif lantaran menawarkan banyak kesempatan untuk bereksplorasi di alam. Beragam aktivitas sederhana pun dapat menjadi pengalaman nan menyenangkan sekaligus edukatif bagi anak.
“Anakku suka mencari serangga, mengumpulkan ranting untuk api unggun di malam hari, dan bermain air di sungai,” ujarnya.
Apalagi, sekarang banyak camping ground nan ramah family dan dilengkapi beragam akomodasi bermain, seperti ayunan, prosotan, hingga permainan halang rintang. Karena itu, anak jadi nyaman bermain dan selalu antusias saat diajak camping.
Nggak hanya menyenangkan, camping juga berfaedah untuk mengasah keahlian sosial anak. Selama camping, putranya beberapa kali mendapatkan kawan baru untuk bermain bersama. Menurut Mom Amelia, pengalaman seperti ini dapat melatih kemandirian sekaligus menstimulasi perkembangan otak anak secara alami.
Sementara itu, pengalaman berbeda dibagikan oleh Mom Shifa Dendy Damayanti (29). Salah satu momen paling berkesan baginya adalah saat membujuk sang putri mengikuti wisata edukasi di Pelita Desa, Bogor.
Di sana, dia baru menyadari bahwa anaknya sangat antusias dengan beragam aktivitas di alam terbuka, terutama bertani dan menanam padi. Hal itu terlihat ketika anaknya terus bertanya tentang gimana padi nan ditanam di sawah bisa diolah hingga menjadi nasi nan disantap setiap hari.
Bagi Mom Shifa, momen seperti ini sangat berharga. Anak jadi belajar menghargai alam, memahami proses, dan mengenal kerja keras para petani secara langsung. Pengalaman tersebut pun menjadi kenangan nan susah dilupakan bagi mereka sekeluarga.
Yuk berbagi pengalaman berbareng ribuan ibu lainnya di organisasi kawan kumparanMOM di kum.pr/mom2
23 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·