Walkot Bogor Minta Polisi Cek CCTV Ungkap Kasus Terkaparnya Wanita di Sempur

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Wakil Wali Kota Bogor Dedie Abdul Rachim saat wawancara aktivitas pasar murah Ramadan BUMN 2023 di GOR Pajajaran Kota Bogor, Jumat (31/3/2023). Foto: Linna Susanti/ANTARA

Wali Kota Bogor, Dedie Abdu Rachim menyampaikan keprihatinannya atas kasus terkaparnya seorang wanita berinisial S (46) di Taman Kaulinan, Lapangan Sempur, Kota Bogor pada Kamis (11/6) malam.

Keprihatinan itu dituturkan oleh Dedie terlebih lantaran peristiwa tersebut terjadi pada malam hari. Hal itu membikin korban tak terawasi masyarakat.

“Kita juga prihatin lantaran kejadiannya larut malam, sehingga tidak terlalu banyak orang nan lampau lalang memperhatikan,” kata Dedie saat dihubungi, Sabtu (13/6).

Atas kasus ini, Dedie mengaku telah berkoordinasi dengan lembaga mengenai untuk mengecek rekaman CCTV di sekitar lokasi. Rekaman itu, kata Dedie, didorong untuk diserahkan kepada Polresta Bogor.

“Kami sudah minta untuk cek CCTV di seputaran area untuk diinfo ke Polresta Bogor,” ujar Dedie.

Meski demikian, diketahui bahwa terdapat satu CCTV nan berada di Taman Kaulinan. Namun CCTV tersebut dalam keadaan mati.

“Iya, ini kondisi mati,” ujar Denis (28), salah satu park ranger saat ditemui di lokasi.

Sebelumnya, S ditemukan terkapar tak sadarkan diri oleh ranger park di letak pada Kamis pukul 20.00 WIB. Kata Kapolsek Bogor Tengah Kompol Waluyo, korban diketahui dibius oleh laki-laki nan dikenalnya dari media sosial.

"Diduga wanita tersebut berkenalan dengan seseorang di media sosial dan dibius oleh orang nan dikenalnya tersebut, selanjutnya diamankan ke pos park ranger," kata Waluyo dalam keterangannya, Jumat (12/6).

Dari pemeriksaan sejauh ini, polisi menyebut korban tak sadarkan diri lantaran meneguk minuman bungkusan berperisa jeruk. Diduga minuman tersebut telah dicampur obat tertentu sehingga korban lenyap kesadaran.

“Melalui minuman lah, minuman kemasan. Di botolan kayak gitu. Minuman kayak rasa buah gitu, kayak orange juice gitu,” ujar Bhabinkamtibmas Kelurahan Sempur, Aiptu Rachmat Ismanto.

Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit PMI Kota Bogor untuk mendapatkan penanganan medis. Setelah itu, korban dijemput pihak family dan kembali dirujuk ke RSUD Ciawi.

Dalam peristiwa ini, korban kehilangan telepon genggam, dompet, dan duit tunai sekitar Rp 200 ribu.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan