Lamine Yamal(Instagram/sefutbol)
Pelatih Timnas Uruguay, Marcelo Bielsa, secara terbuka mengakui kewaspadaannya terhadap pergerakan winger muda Spanyol, Lamine Yamal, menjelang laga krusial Grup I Piala Dunia 2026. Pertandingan Uruguay vs Spanyol dijadwalkan berjalan di Estadio Guadalajara, Meksiko, pada Sabtu (27/6) pukul 07.00 WIB.
Bielsa menyoroti Yamal sebagai pemain nan mempunyai potensi besar untuk mengubah jalannya pertandingan. Lamine Yamal, winger Barcelona berumur 19 tahun, menjadi salah satu bintang muda nan paling disorot di Piala Dunia 2026. Meskipun pembimbing Spanyol, Luis De La Fuente, sempat berhati-hati menurunkannya lantaran baru pulih dari cedera, Yamal sukses membuktikan kualitasnya dengan mencetak satu gol saat *La Furia Roja* menghadapi Arab Saudi.
Catatan inilah nan menjadi dasar kewaspadaan Bielsa. Menurut eks pembimbing Athletic Bilbao tersebut, Yamal adalah pemain nan bisa menjadi penentu hasil akhir.
"Dia adalah sosok pembeda dalam pertandingan. Akan ada duel sengit dengan pemain nan kerap berhadapan dengannya memperebutkan posisi di lapangan," ujar Bielsa.
"Para pemain Uruguay juga bakal bahu-membahu untuk meredam pergerakannya, lantaran dia adalah pemain nan bisa mengubah jalannya laga dan menjadi penentu hasil pertandingan," imbuhnya.
Strategi Bielsa untuk Meredam Spanyol
Selain menyiapkan penjagaan unik untuk Yamal, Bielsa juga telah merancang strategi kolektif untuk menghadapi permainan Spanyol secara keseluruhan. Ia mengakui bahwa performa Uruguay dalam dua laga sebelumnya melawan Arab Saudi dan Tanjung Verde tetap mengalami pasang surut.
"Yang saya inginkan adalah tim tampil bergerak dan proaktif dalam memegang kendali permainan, serta bisa menerapkannya saat menghadapi musuh nan lebih handal dibandingkan dua musuh sebelumnya," kata Bielsa.
Pelatih nan pernah membawa Argentina meraih lencana emas Olimpiade 2004 ini juga menganalisis style permainan Spanyol nan bertumpu pada kerja sama tim dan pembangunan serangan nan terorganisasi. Menurutnya, kunci untuk memperkuat dari tekanan tersebut adalah dengan membatasi kekuasaan mereka.
“Gaya permainan Spanyol bertumpu pada kerja sama tim. Membangun serangan menjadi prioritas dalam setiap aspek permainan mereka, sehingga pertahanan bakal menjadi kunci dan tugas nan tidak mudah," jelasnya.
"Salah satu langkah terbaik untuk memperkuat adalah dengan membatasi penguasaan bola lawan, dan itulah nan bakal kami upayakan." (E-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·