Kapal Gamsunoro milik Pertamina International Shipping (PIS) sukses melewati Selat Hormuz di tengah bentrok geopolitik.(Dok Instagram)
PT Pertamina (Persero) terus memantau secara intensif perkembangan kapal very large crude carrier (VLCC) Pertamina Pride nan hingga sekarang tetap berada di area Selat Hormuz. Pengawasan dilakukan secara real-time dengan mengutamakan aspek keselamatan dan perkembangan situasi keamanan di wilayah tersebut.
Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, mengatakan perusahaan terus melakukan monitoring terhadap kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) tersebut sebelum melanjutkan pelayaran.
"Sementara untuk armada lain seperti VLCC Pertamina Pride di Teluk Arab, saat ini sedang dalam persiapan bergerak dengan terus mengevaluasi perkembangan akibat serta rekomendasi internasional," ujar Iriawan saat ditemui di Jakarta, Jumat (26/6).
Berdasarkan info dari PT Pertamina International Shipping (PIS), VLCC Pertamina Pride saat ini tetap berada dalam tahap persiapan untuk berlayar. Keputusan keberangkatan bakal mempertimbangkan perkembangan situasi keamanan, kondisi lampau lintas pelayaran, tingkat kepadatan jalur, beragam potensi risiko, serta rekomendasi dari otoritas internasional.
Iriawan menjelaskan, PIS juga mengaktifkan crisis center nan bekerja selama 24 jam untuk memantau kondisi di lapangan. Tim tersebut berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Iran guna memastikan setiap perkembangan dapat direspons dengan cepat.
"Semoga kapal VLCC Pertamina Pride juga bisa segera bisa lepas dan bisa datang ke Indonesia," katanya.
Kapal Gamsunoro Berhasil Melewati Selat Hormuz
Di tengah proses pemantauan terhadap Pertamina Pride, Pertamina memastikan kapal Gamsunoro telah sukses melintasi Selat Hormuz dengan kondusif pada Rabu (24/6) waktu setempat.
"Alhamdulillah, Gamsunoro sudah lepas dari Selat Hormuz. Sudah kami lihat, sudah keluar, dan telah mencapai titik aman," ujar Iriawan.
Sebelumnya, PT Pertamina International Shipping melaporkan bahwa Gamsunoro memulai pelayaran dari area Teluk Arab pada Rabu (24/6) pukul 01.06 waktu Dubai alias sekitar pukul 04.06 WIB. Kapal tersebut berlayar selama kurang lebih 16 jam dengan kecepatan sekitar 7,5 knot.
Gamsunoro tiba di mulut Selat Hormuz sekitar pukul 13.00 waktu setempat alias pukul 16.00 WIB. Empat jam kemudian, kapal dinyatakan sukses melintasi selat dan mencapai area nan dinilai aman.
Keberhasilan pelayaran Gamsunoro menjadi bagian dari langkah PT Pertamina International Shipping dalam menjaga kelancaran operasional pengedaran daya di tengah dinamika geopolitik global. Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran daya paling strategis di bumi sehingga setiap pergerakan kapal di area tersebut memerlukan pengawasan dan mitigasi akibat nan ketat. (Ant/E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·