Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mau memperkuat keterkaitan antara bumi pendidikan dan bumi industri melalui perubahan pola praktik kerja lapangan (PKL) bagi siswa sekolah menengah kejuruan (SMK).
Menurutnya, masa praktik di industri perlu diperpanjang agar lulusan lebih siap memasuki bumi kerja. Ia menilai, selama ini proses pembelajaran di SMK tetap didominasi aktivitas akademik.
"Pemerintah provinsi sekarang mendorong sekolah-sekolah agar praktik industri lebih lama dibandingkan belajar akademik. Kan sekarang praktik industri hanya PKL," kata Dedi usai menghadiri Pengukuhan Pengurus DPP APINDO Jawa Barat Periode 2026–2031 di eL Hotel Bandung, Kota Bandung, Jumat (26/6).
Ia mengusulkan agar siswa kelas XII menjalani praktik industri selama satu tahun penuh. Dengan skema tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga mengenal budaya kerja di perusahaan sebelum lulus.
"Nanti ke depan bisa saja ketika sudah kelas tiga, setahun itu praktik industri saja. Sehingga dia sudah terdaftar sebagai calon karyawan," katanya.
Menurut Dedi, andaikan selama menjalani praktik industri siswa menunjukkan keahlian nan baik, perusahaan tidak perlu lagi melakukan proses penyesuaian nan panjang setelah mereka lulus.
"Ketika di PKL-nya selama setahun itu rupanya baik, besoknya enggak usah lama lagi, tinggal masuk kerja. Ini langkah nan sedang kita dorong," ujarnya.
Ia menilai skema tersebut bakal menguntungkan kedua belah pihak. Dunia upaya bakal memperoleh calon tenaga kerja nan telah memahami budaya dan lingkungan kerja, sementara lulusan SMK mempunyai kesempatan lebih besar untuk langsung direkrut setelah menyelesaikan pendidikan.
Dedi menambahkan, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu konsentrasi pembangunan Jawa Barat setelah pemerintah membangun konektivitas jalan, pelabuhan, jaringan air, serta prasarana digital.
Menurutnya, pembangunan prasarana kudu diikuti dengan kesiapan tenaga kerja lokal agar kebutuhan industri dapat dipenuhi oleh lulusan sekolah di Jawa Barat.
Karena itu, Dedi berambisi kerjasama antara pemerintah, bumi pendidikan, dan pelaku upaya dapat melahirkan sistem pendidikan vokasi nan lebih adaptif terhadap kebutuhan industri. Dengan begitu, nomor pengangguran dapat ditekan sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja di Jawa Barat.
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·