Percepat Pendanaan Iklim Internasional Guna Pemenuhan Target Nasional

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Percepat Pendanaan Iklim Internasional Guna Pemenuhan Target Nasional Kemenhut dan Emergent Forest Finance Accelerator, Inc. menjajaki kesempatan kerja sama dalam mendukung upaya pengurangan emisi dari sektor kehutanan Indonesia.(dok.istimewa)

KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) RI berbareng Emergent Forest Finance Accelerator, Inc. menjajaki kesempatan kerja sama dalam mendukung upaya pengurangan emisi dari sektor kehutanan Indonesia, khususnya melalui pendekatan pendanaan Jurisdictional REDD+ (JREDD+).

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyampaikan kerja sama ini merupakan bagian dari upaya Indonesia untuk memperluas akses terhadap pendanaan iklim internasional guna mendukung pencapaian sasaran suasana nasional sekaligus memperkuat pengelolaan rimba lestari dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami menyambut baik kerja sama dengan Emergent sebagai kesempatan untuk menjajaki beragam sistem pendanaan suasana internasional nan dapat mendukung penerapan Jurisdictional REDD+ Indonesia,” ujar Menhut Raja Antoni dalam keterangannya nan diterima di Jakarta, Jumat (26/6).

Adapun kesepahaman nan diteken dalam rangkaian London Climate Action Week 2026 ini mencerminkan komitmen kedua pihak untuk melanjutkan obrolan secara konstruktif mengenai beragam kesempatan dan support mobilisasi pendanaan suasana bagi upaya perlindungan serta pengelolaan rimba berkepanjangan di Indonesia.

Pembahasan tersebut mencakup potensi pemanfaatan hasil pengurangan emisi nan telah terverifikasi melalui FCPF maupun kesempatan pendanaan berbasis keahlian (results-based payments) serta skema pendanaan suasana lainnya melalui beragam standar dan sistem internasional nan mempunyai integritas tinggi.

Menhut menilai, Indonesia mempunyai rekam jejak nan kuat dalam perlindungan dan restorasi hutan. Melalui program Forest Carbon Partnership Facility (FCPF) nan didukung Bank Dunia, Indonesia telah sukses menghasilkan pengurangan emisi nan terverifikasi dan memperoleh pendanaan suasana sebesar 110 juta dolar AS.

Pengalaman tersebut, lanjut dia, menjadi fondasi krusial bagi Indonesia untuk menjajaki beragam kesempatan baru dalam pasar karbon dan skema pendanaan berbasis hasil nan berintegritas tinggi. Selain itu, Menhut Raja Antoni menegaskan Indonesia terus memperkuat fondasi tata kelola karbon nasional melalui beragam kebijakan dan reformasi regulasi.

Pemerintah tengah membangun prasarana pasar karbon nan kredibel, transparan, dan akuntabel guna meningkatkan kepercayaan penanammodal serta memastikan faedah lingkungan dan sosial dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.

“Indonesia berkomitmen untuk menghadirkan pengurangan emisi nan terukur dan terverifikasi, sekaligus menghasilkan faedah bagi keanekaragaman hayati dan masyarakat nan hidup di sekitar area rimba melalui pengelolaan rimba nan berkelanjutan,” ujar dia.

Sementara itu, President and CEO Emergent, Eron Bloomgarden menyampaikan apresiasinya terhadap kepemimpinan Indonesia dalam upaya perlindungan rimba tropis dan mitigasi perubahan iklim.

“Dengan salah satu area rimba tropis terbesar di dunia, upaya Indonesia dalam mengembangkan Jurisdictional REDD+ memberikan kesempatan krusial untuk mengurangi emisi dalam skala besar sekaligus melindungi keanekaragaman hayati dan mendukung masyarakat nan berjuntai pada hutan,” ujar Bloomgarden. (Ant/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia