Update! Perang AS-Iran Pecah Lagi, Drone-Rudal Tembak Kuwait-Bahrain

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Eskalasi bentrok kembali terjadi di Arab, antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, Selasa-Rabu (3/6/2026) waktu setempat. Dilaporkan gimana konfrontasi meluas di antara kedua belah pihak dengan militer saling berganti tembakan.

Awalnya Selasa, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan dalam pernyataan bahwa pasukan Amerika telah melumpuhkan "sebuah kapal tanker minyak tanpa muatan" nan mencoba menerobos blokade AS dan berlayar menuju pelabuhan Iran di Teluk Persia. Dikatakan bahwa awak kapal tanker M/T Lexie berbendera Botswana "mengabaikan peringatan berulang kali" sehingga pasukan AS menembakkan rudal Hellfire ke ruang mesin kapal untuk mencegah kapal tanker tersebut mencapai Iran.

Setelahnya Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan di Telegram bahwa pihaknya membalas serangan AS itu terhadap kapal tanker tersebut. IRGC menyatakan pasukannya menyerang markas Armada Kelima AS di Bahrain dan pangkalan udara AS di Kuwait dengan rudal dan drone.

Dalam pernyataan Axios, militer AS melalui CENTCOM memang mengakui adanya serangan. Namun militer Paman Sam mengatakan pihaknya menembak jatuh beberapa rudal balistik dan drone Iran.

Militer AS juga melakukan serangan ke Pulau Qeshm, Iran, di mana menara IRGC berada. CENTCOM menyebut serangan ini disebut sebagai "pembelaan diri atas upaya serangan Iran di seluruh Timur Tengah".

"Dua rudal Iran nan ditembakkan ke Kuwait kandas mencapai sasaran alias hancur di tengah jalan, dan tiga rudal nan diluncurkan ke Bahrain segera dicegat oleh pasukan pertahanan udara AS dan Bahrain," tegas CENTCOM.

"Semua serangan Iran terhadap pasukan Amerika gagal," tambahnya.

Perang AS-Iran sudah berjalan selama tiga bulan. Konflik regional semakin menemui jalan buntu lantaran AS dan Iran berulang kali kandas mengubah gencatan senjata nan rentan menjadi perjanjian perdamaian nan memperkuat lama.

Dalam laporan Selasa, media Iran melaporkan Teheran tengah meninjau perjanjian nan diusulkan oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump untuk menghentikan perang tetapi belum berkomunikasi dengan Washington selama beberapa hari. Sementara Trump mengatakan negosiasi terus berlangsung.

Sementara itu, mengutip CNBC International, Kuwait mengonfirmasi menghadapi "serangan rudal dan pesawat tanpa awak" dan mendesak warganya untuk mematuhi petunjuk keamanan dan keselamatan nan berlaku. Kementerian Dalam Negeri Bahrain juga membunyikan sirene peringatan nan mendesak penduduk untuk mencari perlindungan.

(sef/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News