Jakarta -
KAI menyebut sekarang sebanyak tuju penumpang meninggal bumi dalam kejadian kecelakaan kereta api (KA) jarak jauh dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Lalu, total ada 81 korban luka-luka nan dirawat di rumah sakit.
"Jumlah korban nan terjadi kecelakaan kereta tadi malam, meninggal bumi itu 7 orang," ujar Dirut KAI Bobby Rasyidin kepada wartawan di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan luka-luka dan dirawat itu sebanyak 81 orang," tambahnya.
Bobby mengungkap tiga korban nan tetap terjepit di gerbong tetap belum bisa dievakuasi. Dia menyebut pemindahan dilakukan dengan hati-hati nan maksimal.
"Dan nan ada tetap terperangkap itu sekitar 3 orang, nan terperangkap di dalam kereta," katanya.
"Evakuasi ini terus terang cukup lama selama 8 jam, dan kita lakukan sangat hati-hati sekali," sambungnya.
Sebelumnya, KAI angkat bicara mengenai kecelakaan tersebut. Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan KRL nan ditabrak sedang berakhir usai tertemper taksi.
"Jadi KRL-nya itu ada taksi nan menemper KRL di JPL (Jalur Perlintasan Langsung) lintasan dekat Bulak Kapal ya. nan membikin KRL-nya terhenti," kata Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, saat dihubungi, Senin (27/4).
Setelah itu, laju KRL pun terhenti. Franoto menyebut KRL itu lampau tertabrak KA Argo Bromo.
"KRL berhenti, di belakangnya ada Kereta Argo Bromo," imbuhnya.
(azh/dhn)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·