Ilustrasi.(Magnific)
UNGKAPAN olahraga itu baik untuk kesehatan mungkin terdengar klise. Namun sisi sebaliknya dari saran tersebut sangatlah krusial. Menghabiskan terlalu banyak waktu dengan duduk sangat jelek bagi tubuh Anda. Fenomena gaya hidup sedenter ini sering kali disebut dalam beragam tajuk buletin sebagai ancaman nan setara dengan merokok, bahkan bagi mereka nan rutin berolahraga.
Lantas, seberapa jelek akibat duduk sepanjang hari bagi kesehatan dan gimana langkah melawannya jika pekerjaan menuntut Anda untuk tetap berada di depan meja? Para mahir kesehatan membedah riset terbaru untuk menjelaskan yang terjadi pada tubuh saat kita tidak bergerak dalam waktu lama.
Risiko Kesehatan di Balik Kursi Kerja
Keith Diaz, Associate Professor Kedokteran Perilaku di Columbia University Medical Center, menyatakan bahwa akibat negatif waktu sedenter diketahui selama lebih dari satu dekade. Berbagai studi menghubungkan kebiasaan duduk terlalu lama--umumnya lebih dari delapan hingga sepuluh jam per hari--dengan rentang hidup nan lebih pendek serta akibat kematian akibat penyakit jantung.
Duduk selama 10 jam sesekali mungkin bukan akhir dunia. Namun, jika menjadi kebiasaan bertahun-tahun, perihal ini dikaitkan dengan akibat nan lebih tinggi terhadap:
- Kanker dan Diabetes Tipe 2.
- Osteoporosis.
- Depresi dan gangguan kognitif.
- Penyakit jantung koroner.
Studi pada Februari 2024 dalam Journal of the American Heart Association (JAHA) terhadap nyaris 6.000 wanita lanjut usia menemukan bahwa mereka nan duduk lebih dari 11 jam per hari mempunyai akibat kematian 57 persen lebih tinggi dibandingkan mereka nan duduk kurang dari sembilan jam.
Mengapa Duduk Begitu Berbahaya?
Para mahir menunjuk pada dua asumsi utama latar belakang duduk berakibat jelek bagi metabolisme dan pembuluh darah:
- Gangguan Metabolisme Glukosa: Saat duduk, otot-otot tidak bekerja secara aktif untuk menyerap glukosa. "Otot kita sangat krusial untuk mengatur gula darah dan trigliserida (lemak darah). Agar otot berfaedah baik, mereka butuh kontraksi teratur," jelas Diaz.
- Kekakuan Pembuluh Darah: Duduk menyebabkan tekukan pada kaki nan menghalang aliran darah, mirip dengan selang nan tertekuk. Seiring waktu, perihal ini membikin pembuluh darah menjadi lebih kaku, nan merupakan aspek akibat stroke dan penyakit jantung.
Selain itu, kurangnya aktivitas otot menyebabkan kelemahan nan memicu postur tubuh membungkuk, sehingga sering menimbulkan nyeri leher dan punggung kronis.
Fakta Menarik: Meskipun ada istilah duduk adalah merokok style baru, merokok secara statistik tetap jauh lebih mematikan. Namun, akibat duduk tetap tidak boleh disepelekan lantaran sifatnya nan akumulatif.
Strategi Melawan Efek Sedenter
Kabar baiknya, Anda tidak perlu berakhir bekerja untuk tetap sehat. Berikut langkah praktis nan direkomendasikan para ahli:
1. Manfaatkan Waktu Luang
Jika pekerjaan memaksa Anda duduk, pastikan waktu di luar jam kerja digunakan untuk bergerak. Hindari menghabiskan akhir pekan hanya dengan menonton maraton movie alias bermain media sosial secara pasif.
2. Olahraga Tetap Penting
Meski olahraga tidak sepenuhnya menghapus pengaruh duduk seharian, riset tahun 2019 menunjukkan bahwa mengganti 30 menit waktu duduk dengan aktivitas ringan dapat menurunkan akibat kematian sebesar 17 persen. Jika aktivitasnya moderat hingga berat, akibat turun hingga 35 persen.
3. Jeda Gerak setiap 30 Menit
Studi tahun 2023 nan dipimpin oleh Diaz menemukan bahwa melakukan aktivitas bentuk selama lima menit setiap 30 menit duduk dapat memperbaiki tekanan darah dan kadar gula darah secara signifikan. Jika tidak memungkinkan, bergeraklah setidaknya lima menit setiap jam untuk memperbaiki suasana hati dan mengurangi kelelahan.
4. Gunakan Metode Habit-Stacking
Integrasikan aktivitas ke dalam kebiasaan nan sudah ada. Misalnya, lakukan jalan santuy setiap kali menyelesaikan panggilan telepon, alias gunakan tangga alih-alih lift. Anda juga bisa mencoba walking meeting (rapat sembari berjalan) untuk obrolan nan tidak memerlukan layar komputer.
Kesimpulannya, kuncinya adalah moderasi. Jangan duduk sepanjang hari, jangan berdiri sepanjang hari, dan jangan pula memaksakan diri bergerak tanpa henti. Perubahan mini nan konsisten bakal memberikan akibat besar bagi kesehatan jangka panjang Anda. (Washington Post/I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·