Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meninjau langsung para penerima program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) alias bedah rumah nan menyasar Kecamatan Matraman, Kota Jakarta Timur pada Jumat (19/6).
Mendagri mengakui, tetap banyak masyarakat nan tinggal di rumah tidak layak huni, termasuk di Provinsi DKI Jakarta. Untuk itu, jumlah rumah nan disasar program BSPS tahun ini jauh lebih banyak dibanding tahun sebelumnya.
"Tapi memang tetap banyak backlog (rumah layak huni) nan kudu kita kerjakan," ujar Tito.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peninjauan berbareng Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti itu juga bermaksud memastikan support diterima oleh masyarakat nan membutuhkan. Salah seorang penduduk mengaku BSPS merupakan support perumahan pertama nan diterima .
Pengakuan itu pun sejalan dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) nan dikelola BPS, nan menyatakan penduduk tersebut layak menerima support bedah rumah. DTSEN disusun antara lain dari segi kondisi rumah maupun pendapatan setiap bulan.
"Memang inilah upaya Bapak Presiden berupaya untuk menyelesaikan masalah perumahan seluruh Indonesia nan tidak mudah," kata Tito.
Mendagri kemudian menyampaikan minta agar pemerintah wilayah (Pemda) tak hanya membebaskan BPHTB dan PBG untuk membantu masyarakat mempunyai rumah layak huni. Selain BSPS, pemerintah telah menerapkan kebijakan pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi MBR.
Lebih jauh, dia meminta Pemda dapat mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk mengatasi persoalan tersebut, termasuk oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Jelang seremoni Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta, Mendagri mendorong seluruh pemangku kepentingan di DKI Jakarta dapat memperkuat kerjasama menghadapi persoalan rumah tidak layak huni.
"Saya mengharapkan dari DKI juga mengalokasikan anggaran untuk perumahan," pungkas Tito.
(rea/rir)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·