Tangguh Yudha
, Jurnalis-Jum'at, 19 Juni 2026 |21:40 WIB

Menteri PU Curhat Anggaran Cepat Habis, Singgung Bangun Jembatan Darurat (Foto: Kementerian PU)
JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkap bahwa anggaran di kementeriannya sigap habis. Menurutnya, kebutuhan pembangunan prasarana membikin anggaran nan tersedia segera digunakan untuk membiayai proyek-proyek tersebut.
"Jadi, lantaran di PU ini banyak pekerjaan-pekerjaan nan sudah berkarakter permanen sehingga kemudian ya sigap penyerapannya, lenyap gitu loh," ungkapnya dalam konvensi pers nan digelar di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat (19/6/2026).
Dody menjelaskan, Kementerian PU tidak hanya berfokus pada pembangunan prasarana darurat saat menangani kerusakan akibat musibah alias gangguan konektivitas. Dalam banyak kasus, pihaknya memilih membangun prasarana permanen agar dapat memberikan faedah jangka panjang dan menghindari kerusakan berulang.
"PU ini kan makhluk aneh, nan asing itu saya sebetulnya. Karena gini, pada saat tanggap darurat kan saya melihatkan nan kita bangun semua itu kan berkarakter darurat, sementara waktu kan, tapi kemudian saya memandang juga bahwa misalnya jembatan, jembatan itu darurat nan kita bangun itu enggak bakal memperkuat lama," katanya.
Dia mencontohkan pembangunan jembatan darurat pasca musibah banjir di Aceh nan hanya bisa menahan kendaraan dengan beban maksimal 20 ton. Menurutnya, pembatasan tersebut susah diterapkan di jalur strategis nan menjadi urat nadi pengedaran logistik.
"Ini tetap negara Indonesia, kita kan sudah lama jadi orang Indonesia. Jadi enggak mungkin itu (dibatasi). Dan lagi ini kan lintas antara Medan ke Banda Aceh, ada BBM, ada logistik, segala macam lah ada semen, segala macem," lanjutnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·