Pertamina Genjot Infrastruktur dan Pemerataan Akses Energi

Sedang Trending 5 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina Patra Niaga terus memperkuat perannya sebagai garda terdepan pelayanan daya nasional. Sepanjang 2025, perusahaan sukses menjaga keandalan pasokan daya di seluruh Indonesia sekaligus meningkatkan akses daya bagi masyarakat hingga wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menyampaikan bahwa capaian perusahaan sepanjang 2025 merupakan hasil dari komitmen kuat seluruh insan Pertamina Patra Niaga nan berorientasi pada pelayanan masyarakat guna memastikan daya tersedia, mudah diakses, terjangkau, berkualitas, dan berkelanjutan.

"Pertamina Patra Niaga menjalankan operasional penyediaan daya dengan mengedepankan prinsip 4A+1S, ialah Availability, Accessibility, Affordability, Acceptability, dan Sustainability," ujar Roberth dalam keterangan tertulis, Jumat (19/6/2026).

Menurut dia, upaya perusahaan untuk menjamin kesiapan daya juga tercermin dalam penyelenggaraan Satuan Tugas Ramadan dan Lebaran serta Natal dan Tahun Baru nan bisa memastikan pasokan BBM, LPG, dan Avtur tetap kondusif selama periode dengan mobilitas masyarakat tertinggi. Dukungan monitoring 24 jam dan koordinasi lintas lembaga menjadi kunci keberhasilan menjaga kelancaran pengedaran daya nasional.

Pada kondisi darurat dan kebencanaan, Pertamina Patra Niaga juga senantiasa datang memastikan kebutuhan daya masyarakat tetap terpenuhi. Dukungan pengedaran melalui jalur darat, laut, dan udara dilakukan secara terintegrasi berbareng pemerintah, TNI/Polri, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga ketahanan daya nasional pada beragam situasi.

Dalam mendukung pemerataan energi, Pertamina Patra Niaga terus memperluas akses daya melalui Program BBM Satu Harga nan telah datang di 588 titik di seluruh Indonesia. Perusahaan juga mengoperasikan 421 SPBU Nelayan untuk mendukung produktivitas sektor perikanan dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir.

Selain itu, perusahaan terus memperkuat prasarana daya nasional nan saat ini didukung oleh lebih dari 125 terminal BBM, ribuan SPBU, 40 terminal LPG, 72 Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU), jaringan pipa, armada mobil tangki, armada kapal, hingga support transportasi udara nan tersebar di seluruh Indonesia.

Infrastruktur tersebut menjadi tulang punggung pengedaran daya nasional dan memastikan keandalan pasokan hingga ke wilayah dengan tantangan geografis tinggi.

Selama tahun 2025, Pertamina Patra Niaga terus meningkatkan kapabilitas terminal BBM dan akomodasi penyimpanan strategis, khususnya di wilayah Indonesia Timur dan wilayah dengan pertumbuhan konsumsi daya nan tinggi. Pengembangan TBBM Maumere nan dimulai pada pertengahan tahun 2025 dimaksudkan untuk meningkatkan kehandalan operasi khususnya pada area NTT NTB dan sekitarnya.

Selanjutnya perusahaan juga sukses melaksanakan commisioning untuk pekerjaan Pembangunan TBBM Tanjung Batu tahap 1 nan bermaksud untuk meningkatkan kehandalan penyaluran di area kalimantan dan sekitarnya.

Program Subsidi Tepat BBM dan LPG terus diperkuat melalui integrasi sistem digital sehingga penyaluran subsidi semakin akurat, transparan, dan tepat sasaran kepada masyarakat nan berkuasa menerima.

Langkah ini menjadi bagian krusial dalam memperkuat tata kelola pengedaran daya nasional melalui penerapan Program Subsidi Tepat nan telah diterapkan di 513 kabupaten/kota.

Sejalan dengan agenda transisi daya nasional, Pertamina Patra Niaga terus memperluas pemanfaatan daya nan lebih ramah lingkungan. Hingga 2025, jasa Pertamax Green 95 telah tersedia di 180 SPBU dan bakal terus diperluas untuk memberikan pilihan daya nan lebih rendah emisi bagi masyarakat.

Pengembangan bioenergi, termasuk support terhadap Sustainable Aviation Fuel (SAF/Bioavtur), menjadi bagian dari langkah strategis perusahaan dalam mendukung sasaran transisi daya nasional dalam menjaga ketahanan daya jangka panjang.

Dalam aspek sosial, Pertamina Patra Niaga terus menjalankan beragam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) nan berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, pelestarian lingkungan, pendidikan, kesehatan, serta pengembangan UMKM. Program-program tersebut dirancang untuk menciptakan faedah berkepanjangan dan mendukung pembangunan wilayah di sekitar wilayah operasi perusahaan.

"Ke depan, Pertamina Patra Niaga bakal terus memperkuat peran sebagai perusahaan pengedaran dan perdagangan daya nan tidak hanya berorientasi pada keahlian bisnis, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Kami berkomitmen menjaga ketahanan daya nasional, memperluas akses daya nan berkeadilan, serta mendukung pembangunan Indonesia nan berkelanjutan," tutup Roberth.

(ven/arj)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News