Sumatra Blackout, Butuh Waktu 8 Jam Pemulihan Listrik

Sedang Trending 5 jam yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Pemadaman listrik massal (blackout) terjadi di wilayah Sumatra sejak Jumat sore (22/5/2026). General Manager (GM) PLN Unit Induk Distribusi Sumatra Barat (IUD Sumbar) Ajrun Karim mengatakan, pihaknya tetap terus melakukan pemulihan listrik di lapangan.

"PLN memprakirakan pemulihan sistem menyantap waktu sekitar 6 hingga 8 jam, tergantung kondisi jaringan dan sistem di lapangan," ujar Ajrun dikutip dari akun IG @info.minang, Jumat (22/5/2026).

Dia juga meminta maaf atas kejadian meninggal listrik di wilayah Sumatra. Menurut Ajrun, tim di lapangan sedang melakukan pemulihan listrik secara bertahap.

"Kami minta maaf kepada masyarakat atas gangguan nan terjadi. Petugas PLN tetap melakukan pemulihan sistem secara berjenjang di lapangan," jelas Ajrun.

Sebelumnya, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara pun mengonfirmasi, pemadaman alias gangguan sudah mulai terjadi sejak pukul 18.44 WIB, Jumat (22/5/2026).

PLN pun langsung merespons kejadian meninggal listrik tersebut dengan bergerak sigap dengan menerjunkan tim teknis. Mereka diterjunkan ke beragam titik krusial guna melakukan pengecekan menyeluruh pada sistem dan jaringan kelistrikan di wilayah terdampak.

Sumatra Blackout, Warga Diminta Lapor Jika Ada Kondisi Darurat

Menurut Manager Komunikasi PLN UID Sumatera Utara Darma Saputra, saat ini petugas di lapangan sedang bekerja keras untuk mengidentifikasi penyebab pasti dari gangguan sistem tersebut.

"Saat ini tim teknis PLN telah diterjunkan ke lapangan untuk melakukan pengecekan menyeluruh pada sistem dan jaringan kelistrikan, sekaligus menelusuri penyebab gangguan nan terjadi," ujar Darma dalam keterangan resminya, Jumat (22/5/2026).

Masyarakat pun disarankan untuk memantau aplikasi PLN Mobile guna mengetahui perkiraan waktu perbaikan serta melaporkan jika ada kondisi darurat di sekitar lingkungan mereka.

Pihak PLN juga meminta maaf atas ketidaknyamanan nan dialami oleh masyarakat. Warga diimbau untuk tidak panik selama proses penormalan jaringan berlangsung.

Untuk memastikan masyarakat mendapatkan info nan jeli dan transparan, PLN berjanji bakal terus memberikan pembaruan (update) mengenai perkembangan penanganan situasi ini secara berkala.

"PLN mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Informasi perkembangan penanganan gangguan bakal disampaikan secara berkala melalui aplikasi PLN Mobile dan jasa Contact Center PLN 123," pungkas Darma.

Sumatra Gelap Gulita, Padang Macet Parah Warga Berebut Sinyal

Kota Padang, Sumatera Barat juga terdampak meninggal lampu serentak di Pulau Sumatra. Mati lampu mulai terjadi pukul 18.45 Wib.

"Mati lampu juga kita, gelap sejak selesai azan magrib," kata Lisa, penduduk Padang, saat berbincang dengan Liputan6.com, Jumat (22/5/2026).

Mati lampu juga menyebabkan gangguan sinyal jaringan telekomunikasi. Menurut Lisa, penduduk ramai-ramai menuju pusat kota Padang untuk mendapatkan sinyal.

"Aku kos di Jalan Kuranji, sinyal jelek. Katanya di pusat kota sinyal lumayan bagus, eh pas mau jalan malah macet parah. Semua penduduk kayaknya cari sinyal ke pusat kota," kata Lisa.

Biasanya, Lisa hanya butuh waktu 20 menit sampai ke pusat kota Padang.

"Ini saking macetnya, tambah lampu lampau lintas juga mati, jadinya udah separuh jam belum sampai," ujarnya.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita