Bank of America Corp. dan Citigroup Inc. sedang berbincang dengan para penanammodal mengenai komposisi paket utang untuk mendanai akuisisi Warner Bros. Discovery Inc. oleh Paramount Skydance Corp.
Mengutip Bloomberg, pembicaraan awal mencakup sekitar USD 30 miliar obligasi berbobot tinggi (high-grade bonds). Lalu sekitar USD 12 miliar obligasi berisiko tinggi (junk bonds), dan USD 7,5 miliar pinjaman.
Total pembiayaan akuisisi ini mencapai USD 50 miliar alias Rp 886,1 triliun (kurs Rp 17.722 per dolar AS). Kemungkinan penawaran bakal dimulai paling sigap dalam beberapa minggu ke depan.
"Waktunya bertepatan dengan kuatnya permintaan angsuran meskipun latar belakang makro sedang volatil," tulis laporan Bloomberg, Jumat (22/5).
Berdasarkan sejumlah sumber Bloomberg nan enggan disebutkan identitasnya, bank-bank tersebut berencana menjual sekitar USD 30 miliar surat utang berkelas layak investasi (investment-grade notes) dalam beberapa bagian, termasuk bagian tenor tiga dan 10 tahun.
"Diskusi penetapan nilai awal untuk bagian 10 tahun berada di nomor 2,5 hingga 2,75 poin persentase di atas suku kembang acuan," tulis laporan Bloomberg.
Seorang ahli bicara Bank of America menolak berkomentar. Juru bicara Citigroup dan Paramount tidak menanggapi permintaan komentar.
Apollo Global Management Inc., Bank of America, dan Citigroup menyediakan pembiayaan awal nan awalnya ditetapkan sebesar USD 57,5 miliar.
Pembiayaan tersebut terdiri dari pendanaan sementara sebesar USD 54 miliar, dan akomodasi angsuran bergulir satu tahun sebesar USD 3,5 miliar.
Pada bulan April, BofA dan Citi menjual pembiayaan tersebut nan saat itu telah dikurangi menjadi USD 49 miliar kepada sekelompok nan terdiri dari 18 bank.
Kini bank-bank tersebut berupaya mengurangi akibat pada neraca mereka, seiring dengan pembiayaan jangka pendek nan dikenal sebagai pinjaman talangan (bridge loans) digantikan dengan kombinasi utang layak investasi dan utang berisiko tinggi (junk debt).
Paket utang nan ditawarkan saat ini juga mencakup pinjaman sekitar USD 7,5 miliar nan bakal didenominasikan dalam dolar AS dan euro.
Selama tahap awal proses pemasaran ini, pinjaman AS dijajaki pada nomor 3 poin persentase di atas suku kembang acuan, dengan nilai potongan nilai sekitar 99 sen untuk setiap dolar, tambah orang-orang tersebut.
Pembiayaan ini juga bakal mencakup sekitar USD 12 miliar obligasi berimbal hasil tinggi (high-yield bonds) nan juga bakal dibagi antara dua mata duit nan sama, dengan jatuh tempo 5, 8, dan 10 tahun, kata orang-orang itu.
Mayoritas dari jumlah tersebut, sekitar USD 10 miliar, diperkirakan dalam dolar AS dan sisanya dalam euro, tambah orang-orang tersebut. Obligasi berisiko tinggi (junk bonds) bakal berupa surat utang agunan sekunder (second-lien notes).
Bank of America mengelola penawaran obligasi berisiko tinggi dan Citigroup menjalankan penjualan pinjaman, dengan kedua bank tersebut memimpin publikasi obligasi berbobot tinggi.
Kesepakatan ini merupakan salah satu pembiayaan M&A (merger dan akuisisi) terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Warner Brothers menjadi objek perang penawaran nan berhujung awal tahun ini, di mana Paramount mengalahkan Netflix Inc. dalam transaksi senilai USD 110 miliar untuk menciptakan salah satu imperium intermezo terbesar di dunia.
58 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·