Tak Sekadar Kisah Buddha, Relief Borobudur Ternyata Simpan Jejak Flora Jawa Kuno

Sedang Trending 59 menit yang lalu
Ilustrasi Candi Borobudur. Foto: Artherng/Getty Images

Candi Borobudur selama ini dikenal sebagai salah satu mahakarya budaya terbesar di Indonesia. Namun di kembali relief-relief batu nan menghiasi tembok candi, rupanya tersimpan jejak keanekaragaman hayati Jawa kuno.

Sebuah penelitian menemukan sedikitnya 63 jenis tumbuhan dipahat pada relief Lalitavistara candi Borobudur, mulai dari pohon bodhi, mangga, hingga teratai.

Penelitian tersebut dilakukan oleh tim peneliti dari BRIN, lampau dipublikasikan dalam jurnal Biodiversitas pada 2020.

Yang menarik, jumlah tumbuhan nan ditemukan pada relief justru lebih banyak dibandingkan tanaman nan disebut dalam naskah original Lalitavistara Sutra. Temuan ini menunjukkan bahwa para pemahat Borobudur kemungkinan tidak hanya mengikuti teks agama, tetapi juga memasukkan tumbuhan nan mereka kenal dalam kehidupan sehari-hari.

Relief nan Menyimpan Detail Alam

Dalam penelitian tersebut, para peneliti mendokumentasikan seluruh panel relief Lalitavistara dan mengidentifikasi corak tumbuhan berasas morfologi seperti daun, batang, bunga, hingga buah.

Hasilnya, ditemukan beragam tumbuhan tropis nan tetap berkawan hingga sekarang. Mulai dari pohon bodhi, teratai, kelapa, mangga, nangka, hingga cendana.

Beberapa pahatan apalagi tetap memperlihatkan corak tumbuhan dengan cukup perincian meski telah berumur ratusan tahun. Relief-relief itu tidak hanya berfaedah sebagai hiasan, tetapi juga menggambarkan suasana hutan, taman kerajaan, hingga lingkungan permukiman pada masa Jawa kuno.

Bukti Kedekatan Masyarakat Jawa Kuno dengan Alam

Penelitian tersebut juga menilai masyarakat Jawa antik mempunyai perhatian besar terhadap keberagaman tumbuhan.

Hal itu terlihat dari banyaknya ragam tanaman nan dipahat di relief. Para pemahat dinilai memahami corak unik beragam jenis tumbuhan dan bisa menggambarkannya secara konsisten pada batu relief.

Menurut peneliti, keberagaman tumbuhan tampaknya dipandang sebagai bagian krusial dari lingkungan ideal pada masa itu. Semakin kaya jenis tanaman nan digambarkan, semakin alami dan selaras suasana nan mau ditampilkan.

Perpaduan Flora India dan Nusantara

Menariknya lagi, relief Lalitavistara memperlihatkan adanya perpaduan budaya antara India dan Nusantara.

Beberapa tanaman nan dipahat diketahui berasal dari India, seperti pohon bodhi dan ashoka. Sementara itu, terdapat pula tumbuhan unik Nusantara seperti jambu air dan pinang.

Para peneliti menduga perihal ini menjadi bukti adanya pertukaran tanaman dan budaya melalui jalur perdagangan maupun penyebaran kepercayaan pada masa lampau.

Borobudur Bukan Hanya Warisan Budaya

Temuan ini menunjukkan bahwa Borobudur bukan sekadar situs religi dan karya seni arsitektur. Relief-reliefnya juga menjadi semacam arsip visual tentang hubungan manusia dan alam pada masa Jawa kuno.

Di kembali batu-batu nan dipahat ratusan tahun lalu, tersimpan gambaran tentang gimana masyarakat saat itu mengenal, menghargai, dan hidup berdampingan dengan lingkungan di sekitarnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan