Rohman Wibowo
, Jurnalis-Rabu, 29 April 2026 |07:59 WIB

SPPG Dapat Jatah Rp1 Miliar, Kepala BGN Sebut Perputaran Dana MBG Tembus Rp6 Triliun per Bulan (Foto: BGN)
JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan akibat ekonomi hingga perputaran biaya dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) nan dijalankan. Tidak hanya menyasar peningkatan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga mulai menunjukkan akibat signifikan sebagai penggerak ekonomi daerah.
Dengan total anggaran mencapai Rp268 triliun, program ini menjadi salah satu intervensi fiskal terbesar nan langsung menyentuh masyarakat hingga ke tingkat lokal.
Kepala BGN Dadan Hindayana, menegaskan bahwa kreasi program MBG memang diarahkan untuk menciptakan perputaran ekonomi di wilayah melalui skema pengedaran anggaran nan langsung masuk ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Dana itu kita alirkan langsung ke wilayah melalui virtual account di setiap SPPG. Sekitar Rp248 triliun–Rp249 triliun mengalir ke bawah dan dibelanjakan di daerah,” ujar Dadan dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Menurut Dadan, skema ini menjadikan SPPG sebagai pusat aktivitas ekonomi baru di daerah. Setiap unit SPPG mengelola anggaran sekitar Rp1 miliar per bulan, dengan sebagian besar biaya tersebut digunakan untuk membeli bahan baku pangan dari masyarakat sekitar.
Dadan menjelaskan, sekitar 70 persen anggaran SPPG dialokasikan untuk pembelian bahan baku, nan 95 persen di antaranya merupakan produk pertanian, peternakan, dan perikanan lokal.
“Artinya program makan bergizi ini identik dengan kemandirian pangan lokal, lantaran nyaris seluruh kebutuhan dipasok dari dalam daerah,” katanya.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·