Bursa saham Amerika Serikat (AS) alias Wall Street ditutup menguat pada Rabu (12/8), dengan S&P 500 dan Nasdaq nan menguat berkah keahlian positif kuartalan dari CoreWeave dan perusahaan prasarana AI lainnya.
Sementara itu, info inflasi nan moderat memperkuat ekspektasi mengenai Federal Reserve (The Fed) AS nan bakal mempertahankan suku kembang pada September.
Mengutip Reuters, S&P 500 naik 0,26 persen menjadi 7.748,50 poin pada akhir perdagangan. Indeks referensi tersebut telah menguat sekitar 13 persen sepanjang 2026. Nasdaq naik 0,54 persen menjadi 26.588,49 poin, sementara Dow Jones Industrial Average turun 0,04 persen menjadi 53.770,27 poin.
Harga konsumen AS nyaris tidak mengalami kenaikan pada Juli lantaran nilai bensin turun untuk bulan kedua berturut-turut. Sementara itu, inflasi inti tetap terkendali, sehingga semakin mengurangi ekspektasi kenaikan suku kembang oleh Federal Reserve pada bulan depan.
“Angkanya sesuai dengan perkiraan. Reaksi pasar sedikit positif lantaran sebelumnya pasar cemas hasilnya bakal lebih jelek dari nan terjadi. Pasar sekarang memandang bahwa The Fed tidak berada dalam posisi nan terdorong untuk meningkatkan suku bunga,” kata Senior Portfolio Manager di Dakota Wealth, Fairfield, Connecticut, Robert Pavlik.
CoreWeave melonjak 19 persen setelah perusahaan cloud berbasis AI tersebut meningkatkan proyeksi shopping modal tahunannya dan membukukan untung kuartal II di atas perkiraan analis.
Operator pusat info juga menguat. IREN naik nyaris 10 persen, sementara Applied Digital menguat 4,9 persen. Perusahaan pusat info Nebius Group melonjak 34 persen setelah keahlian kuartal II perusahaan melampaui ekspektasi.
Super Micro Computer melonjak 19 persen setelah produsen server AI tersebut memproyeksikan pendapatan tahun fiskal 2027 di atas ekspektasi Wall Street.
Saham perusahaan kreator chip juga menguat. Nvidia naik 3 persen, sedangkan Micron Technology bertambah 4,9 persen. Indeks PHLX Semiconductor menguat sekitar 2,5 persen. Meski demikian, indeks tersebut tetap turun sekitar 15 persen dari level penutupan tertingginya sepanjang masa nan dicapai pada 22 Juni.
Sebanyak delapan dari 11 sektor dalam S&P 500 menguat. Sektor real estat memimpin kenaikan dengan 1,08 persen, disusul sektor teknologi info nan naik 1,06 persen. Indeks Volatilitas Cboe alias fear gauge Wall Street turun 0,8 poin menjadi 14,45, level terendah sejak Januari.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, para pedagang sekarang memperkirakan kesempatan sebesar 62 persen bahwa The Fed bakal mempertahankan suku kembang pada pertemuan September. Sebelum info inflasi Juli dirilis, ekspektasi pasar terbagi antara kemungkinan kenaikan suku kembang dan tidak adanya perubahan.
Di sisi lain, bentrok antara AS dan Iran tetap berjalan secara fluktuatif. Seorang sumber senior Iran mengatakan belum ada kemajuan dalam pembicaraan untuk menghidupkan kembali kesepakatan sementara nan dicapai pada Juni serta menentukan jangka waktu pelaksanaannya. Sementara itu, serangan terhadap kapal-kapal terus berlanjut.
Cava Group naik 14,2 persen setelah jaringan restoran tersebut membukukan penjualan dan untung inti kuartal II di atas ekspektasi Wall Street.
Lumentum Holdings melonjak 13,6 persen setelah perusahaan produk fotonik tersebut memproyeksikan pendapatan kuartal I di atas ekspektasi analis dan membukukan keahlian kuartal IV nan melampaui perkiraan.
Di seluruh pasar saham AS, jumlah saham nan menguat lebih banyak dibandingkan saham nan melemah dengan rasio 1,7 banding 1. S&P 500 mencatat 19 saham nan mencapai level tertinggi baru dan dua saham nan mencatat level terendah baru. Sementara itu, Nasdaq mencatat 123 saham nan mencapai level tertinggi baru dan 95 saham nan mencatat level terendah baru.
Volume perdagangan di bursa AS relatif rendah, dengan 15,5 miliar saham diperdagangkan, dibandingkan rata-rata 17,5 miliar saham dalam 20 sesi perdagangan sebelumnya.
45 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·