Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan rencana pelarangan pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite bagi golongan masyarakat kaya bakal diterapkan secara bertahap. Adapun, ojek online bakal dikecualikan dalam kebijakan ini.
Menurutnya, kebijakan pembatasan tersebut secara spesifik menyasar masyarakat nan berada pada golongan pendapatan desil 9 dan 10.
"(Ojol) Tetap (tidak dilarang)," tegasnya saat ditemui pewarta di instansi Kemenkeu, Rabu (12/8/2026).
Namun, Purbaya menegaskan kembali bahwa semua bakal dilakukan bertahap. Hal ini lantaran dirinya mau mengukur dampaknya ke ekonomi seperti apa.
"Kalau let's say di desil 10 saya stop nggak boleh beli pertalite. Cuman dampaknya ke ekonominya. Jadi kita bakal bertahap," kata Purbaya.
Purbaya pun mengatakan kebijakan pembatasan ini sejalan dengan permintaan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dalam rapat nan diadakan pada tahun lalu. Saat itu, pemerintah diminta memastikan penyaluran BBM bersubsidi agar betul-betul tepat sasaran.
"Yang pertama dulu kan harganya naik ya. Cuma kan waktu di DPR, tahun lampau ya jika nggak salah. Di DPR kan saya diperintah untuk memastikan subsidinya lebih tepat sasaran," katanya.
Saat ini, dia percaya implementasinya bisa dilakukan lantaran Pertamina sudah melakukan riset dengan bagus. Purbaya pun mengaku sudah memandang uji cobanya di Surabaya.
"Saya sudah lihat di Surabaya," tegasnya.
(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]
38 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·