
Rupiah Hari Ini (Foto: Okezone)
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup naik 114 poin alias sekitar 0,63 persen ke level Rp17.944 per dolar AS pada akhir perdagangan Rabu (10/6/2026).
Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa salah satu sentimen datang dari Washington melancarkan serangan baru terhadap sasaran Iran pada hari Selasa setelah jatuhnya helikopter militer AS di dekat Selat Hormuz, nan kembali memicu kekhawatiran bakal gangguan nan lebih luas terhadap pasokan daya global.
“Iran mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka telah menargetkan pangkalan AS di Yordania dan beberapa negara Teluk sebagai tanggapan atas serangan AS,” tulis Ibrahim dalam risetnya.
Eskalasi terbaru ini menakut-nakuti untuk menggagalkan kemajuan sementara menuju de-eskalasi setelah Iran dan Israel sepakat awal pekan ini untuk menghentikan serangan setelah seruan dari Trump. Para pedagang sebelumnya menafsirkan jarak dalam permusuhan sebagai tanda bahwa bentrok mungkin bergerak menuju resolusi diplomatik, nan memicu tindakan jual minyak mentah.
Perhatian tetap terfokus pada Selat Hormuz, jalur krusial untuk pasokan daya dunia nan dilalui sekitar seperlima minyak dan gas alam cair dunia. Meskipun Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan lampau lintas kapal dan ekspor minyak melalui Teluk telah membaik dalam beberapa pekan terakhir, dia memperingatkan bahwa aliran daya tetap di bawah normal dan mungkin memerlukan waktu berbulan-bulan untuk pulih sepenuhnya.
Harga minyak naik sekitar 1 persen pada hari Rabu, menambah kekhawatiran bahwa biaya bahan bakar nan lebih tinggi dapat memicu inflasi dan mempersulit prospek kebijakan Federal Reserve. Prospek inflasi nan terus-menerus telah mendorong penanammodal untuk mengurangi ekspektasi penurunan suku kembang AS.
58 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·