Baru, Donald Trump Ancam Serang Oman, Ini Duduk Perkaranya

Sedang Trending 49 menit yang lalu
Baru, Donald Trump Ancam Serang Oman, Ini Duduk Perkaranya Presiden AS Donald Trump.(White House)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menakut-nakuti bakal menyerang Oman, jika negara tersebut mengganggu negosiasi AS-Iran, sembari menyebut Washington menjalin hubungan langsung dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

"Jika Oman menghalangi, kami bakal peledak mereka sampai habis," kata Trump kepada Fox News, Senin (17/8), saat ditanya tentang Oman dalam negosiasi mengenai Iran dan Selat Hormuz.

Adapun pemerintah Iran pada Sabtu mengatakan telah mencapai kesepakatan mengenai rute pelayaran di Selat Hormuz setelah negosiasi teknis dengan Oman selama beberapa pekan.

Trump kemudian mengatakan bahwa Teheran semestinya mengangkat "bendera putih tanda menyerah". Ia berkata, Iran adalah "pemain poker nan baik, tetapi mereka sekarat".

Ia juga menyatakan sudah ada hubungan langsung terjalin antara Washington dengan IRGC. "Kami punya saluran belakang dengan IRGC. Kami berbincang secara langsung dengan pejabat IRGC di Iran," kata dia.

Sementara itu, mengenai kondisi di Gaza, Trump mengatakan bahwa Israel kudu berakhir menyerang Gaza lantaran "Hamas telah setuju meletakkan senjata mereka". Ia juga mengatakan bahwa AS mempunyai saluran komunikasi terpisah dengan Hamas. "Kami punya saluran berbeda dengan Hamas, dan pada akhirnya mereka bakal menyerahkan senjatanya," kata dia.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah upaya Washington memastikan penerapan rencana perdamaian Gaza nan mencakup pelucutan senjata Hamas dan penarikan penuh pasukan zionis Israel dari wilayah Palestina itu.

Trump turut menyampaikan pendapatnya mengenai politik Israel dengan mengatakan bahwa langkah nan "paling tepat" saat ini adalah untuk tidak ikut kombinasi dalam pemilu di negara itu. Namun, dia tetap membuka kesempatan untuk mendukung calon tertentu. "Saya pikir nan paling tepat bagi saya adalah tetap di luar politik pemilu Israel, tetapi saya mungkin bakal mendukung calon tertentu," kata Presiden AS itu. (Ant/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia