Tito: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen Penting Secara Gratis

Sedang Trending 48 menit yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menugaskan Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk membantu penduduk nan kehilangan alias mengalami kerusakan arsip kependudukan akibat gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat publikasi kembali sejumlah arsip penting, seperti KTP elektronik (KTP-el), akta kelahiran, dan Kartu Keluarga (KK).

"Saya bakal segera perintahkan kepada Dirjen Dukcapil nan menangani urusan info kependudukan ini untuk koordinasi dengan Dukcapil kabupaten dan provinsi," kata Tito usai mengunjungi posko pengungsian Desa Waekokak, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT, Selasa (18/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tito mengatakan pelayanan tidak hanya dilakukan melalui instansi Dukcapil. Tim Dukcapil juga bakal diterjunkan langsung ke letak terdampak untuk membantu masyarakat mengurus arsip nan lenyap alias rusak.

Menurut dia, publikasi kembali arsip kependudukan relatif mudah lantaran info masyarakat telah tersimpan secara digital di server Dukcapil Kementerian Dalam Negeri.

Terlebih, Ditjen Dukcapil telah menggunakan teknologi face recognition alias pengenalan wajah nan dapat membantu proses verifikasi identitas masyarakat.

"[Pencetakan ulang] itu sangat mudah sekali dilakukan. Kenapa? Karena semua info nan ada, 290 juta [penduduk] Indonesia, nyaris 98 persen datanya ada di server Kementerian Dalam Negeri, Dukcapil Kemendagri," terangnya.

Selain arsip kependudukan, Tito menyampaikan bakal berkoordinasi dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk pencetakan ulang surat tanah maupun berkas krusial lainnya.

Ia juga bakal berkomunikasi dengan kepolisian untuk pencetakan ulang Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), serta Surat Izin Mengemudi (SIM) unik bagi korban gempa di NTT.

"Informasinya bakal saya sampaikan kepada Menteri ATR/BPN dan juga kepada Kepolisian. Karena apa, waktu seperti di Aceh, di Sumatera Utara, [Sumatera] Barat, kita semua tiga ini turun. Ini dokumen-dokumen penting," jelasnya.

Mendagri Tito memastikan pencetakan ulang dokumen-dokumen krusial tersebut dilakukan secara cuma-cuma sebagai bukti hadirnya negara kepada para penyintas gempa.

"Orang lagi susah jangan dibikin susah lagi, kita bantu. Dan juga dari saya bakal sampaikan juga kepada Bapak Kapolri," tutupnya.

(inh)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional