Seorang remaja berjulukan Sandino namalain Dino (18) di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, ditangkap polisi. Dia diduga melakukan pembunuhan berencana terhadap seorang wanita berjulukan Yusnani (29) dengan langkah meracuninya lampau menggantung jasadnya.
Kapolres Ogan Ilir, AKBP Bagus Suryo Wibowo, mengatakan kasus ini bermulai dari laporan penduduk nan menemukan jasad seorang wanita tergantung di pohon di area kebun karet, Desa Tanjung Miring, Kecamatan Rambang Kuang, pada Kamis (11/6).
Tim campuran Polsek Muara Kuang dan Satreskrim Polres Ogan Ilir kemudian melakukan pemeriksaan awal dan mengidentifikasi korban sebagai Yusnani (29), seorang ahli masak di Pondok Pesantren Darul Funun nan berdomisili di Desa Tambang Rambang, Kecamatan Rambang Kuang.
"Selain itu, tim juga menemukan sejumlah kejanggalan, di antaranya tidak ditemukannya sepeda motor dan telepon genggam milik korban di letak kejadian," kata Bagus, Sabtu (13/6).
Dari temuan tersebut, petugas melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mendalami dugaan tindak pidana nan menyebabkan korban meninggal dunia.
"Hasil penyelidikan mendapati bahwa korban merupakan korban pembunuhan berencana nan disertai pencurian dengan kekerasan," lanjutnya.
Setelah melakukan serangkaian penyelidikan intensif dan mengumpulkan keterangan sejumlah saksi, polisi akhirnya mengamankan tersangka Dino di Desa Jiwa Baru, Kecamatan Lubai, Kabupaten Muara Enim.
"Berdasarkan pengakuan tersangka, keduanya memang menjalin hubungan asmara. Korban diketahui sedang mengandung dan meminta untuk dinikahi. Namun, tersangka tidak mau bertanggung jawab," jelas Bagus.
Dino panik dan takut hubungan mereka diketahui family maupun masyarakat. Karena itu, dia nekat merencanakan pembunuhan terhadap korban dengan langkah mencampurkan racun rumput ke dalam air mineral nan kemudian diminum korban.
"Korban nan meminum air tersebut kemudian merasa pusing dan tidak sadarkan diri. Setelah memastikan korban meninggal dunia, tersangka menggantung jasad korban di sebuah pohon di area kebun karet tersebut," katanya.
Menurut polisi, tindakan itu dilakukan untuk mengelabui seolah-olah korban meninggal akibat bunuh diri. Setelah itu, Dino melarikan diri dengan membawa sepeda motor dan ponsel milik korban.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·