10 Perbedaan Manfaat Pilates dan Yoga untuk Kesehatan

Sedang Trending 1 jam yang lalu
10 Perbedaan Manfaat Pilates dan Yoga untuk Kesehatan Ilustrasi(magnific)

BANYAK orang sering kali bingung membedakan antara pilates dan yoga. Meski keduanya sama-sama dilakukan di atas matras dan mengandalkan berat tubuh sendiri, pilates dan yoga mempunyai filosofi, teknik, dan hasil akhir nan berbeda bagi kesehatan. Memahami perbedaan faedah keduanya sangat krusial agar Anda bisa memilih jenis latihan nan paling sesuai dengan tujuan kebugaran Anda.

Memahami Akar dan Fokus Utama

Yoga adalah praktik antik nan berasal dari India ribuan tahun lalu, nan menggabungkan aktivitas bentuk dengan spiritualitas dan meditasi. Fokus utamanya adalah penyatuan pikiran, tubuh, dan jiwa melalui pose (asana) dan pernapasan (pranayama).

Sementara itu, pilates diciptakan oleh Joseph Pilates pada awal abad ke-20 sebagai metode rehabilitasi bagi tentara nan terluka dan penari. Fokus utamanya lebih berkarakter anatomis, ialah memperkuat otot inti (core), memperbaiki postur, dan meningkatkan stabilitas tubuh.

10 Perbedaan Manfaat Pilates dan Yoga

1. Fokus Penguatan Otot (Core vs Seluruh Tubuh)

Pilates sangat menekankan pada penguatan "powerhouse" alias otot inti nan meliputi perut, punggung bawah, dan panggul. Manfaat utamanya adalah stabilitas tulang belakang nan luar biasa. Yoga condong melatih seluruh golongan otot secara merata melalui penahanan pose nan statis.

2. Teknik Pernapasan

Dalam yoga, pernapasan digunakan untuk relaksasi dan mengalirkan daya (prana), biasanya dilakukan melalui hidung. Di sisi lain, pilates menggunakan pernapasan lateral (diafragma) di mana Anda menghirup melalui hidung dan membuang napas melalui mulut untuk mengaktifkan otot perut selama aktivitas berat.

3. Fleksibilitas vs Kekuatan Dinamis

Yoga sangat unggul dalam meningkatkan elastisitas sendi dan elastisitas otot melalui peregangan nan dalam. Pilates lebih konsentrasi pada kekuatan dinamis, di mana otot diperpanjang sekaligus diperkuat secara berbarengan (eccentric contraction).

4. Kesehatan Mental dan Spiritualitas

Manfaat yoga sangat kental dengan aspek meditatif nan membantu menurunkan hormon kortisol (stres) secara signifikan. Pilates lebih konsentrasi pada konsentrasi mental terhadap kontrol aktivitas fisik, nan memberikan pengaruh "mindfulness" namun tanpa unsur spiritualitas nan dalam.

5. Perbaikan Postur Tubuh

Karena pilates berfokus pada keselarasan tulang belakang dan kekuatan otot penyangga, olahraga ini sering dianggap lebih efektif untuk memperbaiki postur tubuh nan bungkuk alias skoliosis ringan dibandingkan yoga nan lebih konsentrasi pada keseimbangan.

6. Rehabilitasi Cedera

Pilates sering digunakan dalam fisioterapi klinis untuk pemulihan cedera punggung dan sendi lantaran gerakannya nan terkontrol dan minim benturan. Yoga, meski bermanfaat, memerlukan kehati-hatian ekstra lantaran beberapa pose ekstrem bisa berisiko bagi mereka nan sudah mempunyai cedera sendi.

7. Penggunaan Alat Bantu

Yoga umumnya hanya menggunakan matras, blok, alias strap. Pilates mempunyai ragam nan lebih luas dengan penggunaan mesin unik seperti Reformer, Cadillac, dan Wunda Chair nan menggunakan sistem pegas untuk memberikan resistensi tambahan.

8. Penurunan Berat Badan dan Pembakaran Kalori

Secara umum, pilates (terutama kelas intensitas tinggi alias Reformer) condong membakar kalori sedikit lebih banyak dalam waktu singkat lantaran melibatkan kontraksi otot nan konstan. Namun, jenis yoga tertentu seperti Vinyasa alias Ashtanga juga efektif untuk pembakaran lemak.

9. Kontrol Gerakan

Pilates mengutamakan presisi dan kontrol penuh pada setiap repetisi gerakan. Dalam yoga, fokusnya adalah pada "flow" alias transisi antar pose nan mengalir lancar, alias menahan satu pose dalam lama nan lama.

10. Dampak pada Sistem Saraf

Yoga mempunyai pengaruh langsung pada sistem saraf parasimpatis nan memicu respons relaksasi tubuh. Pilates lebih banyak menstimulasi sistem neuromuskular, meningkatkan koordinasi antara otak dan otot-otot mini nan jarang digunakan. (Z-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia