Mahasiswa di Medan Diduga Dianiaya di Kampus, Polisi Selidiki

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Tuah Siagian (22), korban dugaan penganiayaan sesama mahasiswa di Medan, Sabtu (13/6/2026). Foto: Amar Marpaung/kumparan

Seorang mahasiswa berjulukan Tuah Siagian (22) diduga dianiaya sesama mahasiswa di Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara, pada Rabu (20/5).

Tuah merupakan mahasiswa bidang Akuntansi Syariah di Fakultas Ekonomi Bisnis Islam, UIN Sumatera Utara. Sementara diduga pelaku berinisial YH merupakan mahasiswa bidang Perbankan Syariah di fakultas nan sama.

Tuah menjelaskan peristiwa penganiayaan bermulai saat dirinya mendaftar seminar di salah satu aktivitas instansi saham di Jalan Halat, Kota Medan, pada Senin (18/5).

Diduga pelaku berinisial YH merupakan panitia dalam aktivitas seminar tersebut. Saat itu, YH menanyakan kepada Tuah mengenai kesiapan identitas diri saat registrasi pendaftaran dalam aktivitas seminar tersebut.

Namun, Tuah tidak membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP), sehingga terjadi kecekcokan antara mereka.

"Untuk melakukan registrasi dalam aplikasi itu kudu KTP, sementara KTP saya tinggal. Jadi kerabat YH ini memperingatkan saya dengan nada nan tinggi, nadanya terlalu ngegas sekali. Sehingga saya kan kayak merasa tersinggung," kata Tuah saat ditemui di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (13/6).

Lalu, setelah aktivitas seminar tersebut selesai, Tuah pun mendatangi YH dan menegurnya agar tidak meninggikan suaranya kembali. YH pun memberontak dan kecekcokan terjadi kembali.

"Dia sontak langsung enggak senang, ngajak ribut, ngajak berantem. Jadi, kami ribut, adu mulut pas di letak dan dipisah lah sama kawan-kawan kami dan kami pulang," ucap Tuah.

Dua hari kemudian, pada Rabu (20/5), YH menemui Tuah di kantin kampus UIN Sumatera Utara. YH berbareng lima temannya menarik Tuah ke ruangan kosong dan langsung memukulinya.

Tuah Siagian (22), korban dugaan penganiayaan sesama mahasiswa di Medan, Sabtu (13/6/2026). Foto: Amar Marpaung/kumparan

"Habis itu saya ditariknya masuk ke ruangan kosong. Barulah dia memukul saya berkali-kali," ujar Tuah.

Tuah mengatakan, YH memukulinya dengan kosong di bagian wajah dan menendang perutnya. Sementara, lima kawan YH menyaksikan Tuah disiksa oleh YH.

"Pada saat penganiayaan, mereka ada sekitar lima orang. Mereka itu kawan-kawannya, kelima lainnya tidak ikut memukul, hanya ikut menyaksikan saja," imbuh Tuah.

Akibatnya, Tuah mengalami luka di bagian pelipis mata, belakang kepala dan perutnya.

Tuah menuturkan, setelah penganiayaan itu, YH sempat beriktikad untuk bertanggungjawab dan menanggung biaya perobatan. Namun, hingga kini, YH tidak ada kabar.

"Rupanya di hari pas mau kami berobat, dia enggak ada respons lagi. Dia menghilangkan jejak, dichat dia enggak menjawab, ditelepon juga enggak diangkat," ujar Tuah.

Tuah kemudian membikin laporan ke Polrestabes Medan. Laporan itu tertuang dalam Nomor: STTLP/B/2148/V/2026/SPKT/POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMATERA UTARA, tertanggal 22 Mei 2026.

Ia juga berambisi agar pihak kepolisian dapat mengusut tuntas kasus nan dialaminya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Risky Lubis mengatakan pihaknya telah menerima laporan dugaan penganiayaan tersebut. Pihaknya bakal melakukan penyelidikan dan menindaklanjutinya.

"Iya (pendalaman). Kita tindaklanjuti," ucap Adrian, saat dihubungi, Sabtu (13/6).

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan