Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah segera memperkuat penanganan kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Kalimantan nan semakin parah. Ia menekankan agar perlindungan masyarakat menjadi prioritas di tengah meluasnya akibat karhutla.
“Lonjakan titik panas Karhutla kudu diperlakukan sebagai situasi nan memerlukan intervensi cepat. Kondisi Karhutla nan semakin parah, terutama di Kalimantan, kudu segera diatasi,” kata Puan dalam keterangan, Jumat (21/8).
Puan juga turut menyoroti akibat kabut asap karhutla terhadap negara tetangga. Menurutnya, kabut asap telah menyebabkan ratusan sekolah di Malaysia diliburkan dan Singapura mengimbau warganya mewaspadai akibat karhutla Indonesia.
“Beberapa kali kita pernah mendapat nota protes dari negara tetangga akibat dampak Karhutla. Jangan menunggu sampai negara sahabat kembali melayangkan keberatannya lantaran Karhutla tidak sigap diselesaikan,” tegas Puan.
Berdasarkan laporan terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), titik panas di Kalimantan paling banyak terpantau di Kalimantan Tengah dengan 767 titik. Kemudian Kalimantan Barat 560 titik, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masing-masing 74 titik, serta Kalimantan Utara 3 titik.
Puan menilai kondisi tersebut telah menimbulkan akibat luas, mulai dari penurunan kualitas udara, peningkatan kasus ISPA, terganggunya aktivitas penduduk dan sekolah, hingga kerusakan kediaman satwa. Kabut asap juga berpotensi berakibat ke negara tetangga.
Ia meminta pemerintah segera menetapkan area operasi prioritas berasas sejumlah indikator, seperti hotspot berulang, kondisi lahan gambut, tingkat kekeringan, arah angin, kedekatan dengan permukiman, dan kapabilitas pemadaman daerah.
"Kabupaten dengan akibat tertinggi kudu mendapat tambahan personel, pompa, kendaraan tangki, sumber air, serta support udara untuk pemadaman,” ujar dia.
Puan juga meminta pemerintah pusat segera turun tangan andaikan pemerintah wilayah kewalahan menangani karhutla.
“Pemerintah pusat kudu dapat memandang secara real time wilayah mana nan lambat merespons dan langsung mengambil alih support jika kapabilitas wilayah tidak memadai,” tegas Puan.
Menurut Puan, operasi darat perlu diperkuat agar api tidak kembali menyala setelah permukaan terlihat padam. Sementara pemadaman udara kudu difokuskan pada wilayah nan susah dijangkau.
Puan juga meminta perlengkapan petugas di lapangan dipenuhi, termasuk perangkat pelindung diri seperti baju tahan api, helm khusus, kacamata pelindung, masker respirator, sarung tangan tahan panas, dan sepatu bot lapangan.
"Ini untuk melindungi petugas dari kobaran api, panas ekstrem, dan asap pekat di lapangan. Kondisi Karhutla di Kalimantan sudah sangat mengkhawatirkan sehingga intervensi pemadaman titik api kudu sigap dilakukan, dan dengan langkah efektif,” jelas Puan.
Selain penanganan api, Puan meminta pemerintah memetakan akibat karhutla terhadap masyarakat dan memastikan kualitas udara dipantau secara berkala.
"Perlindungan terhadap masyarakat kudu sama besarnya dengan intervensi pemadaman Karhutla. Pemerintah kudu selalu mengecek kualitas udara di setiap wilayah terdampak,” ujar Puan.
Jika kualitas udara telah melewati periode pemisah polusi, Puan mendorong pemerintah memberlakukan situasi darurat dengan meminta masyarakat menghentikan sementara aktivitas di luar rumah.
Ia juga meminta pemerintah menyiapkan tempat penampungan andaikan kondisi di wilayah terdampak masuk kategori berbahaya. Layanan kesehatan tambahan juga perlu dibuka, khususnya bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penduduk dengan gangguan pernapasan.
"Pemerintah wajib menyiapkan stok masker bagi penduduk dan menyiapkan skenario penyesuaian sekolah dan aktivitas luar ruang andaikan indeks kualitas udara terus memburuk,” tegas dia.
Di sisi lain, Puan mendorong pemerintah berbareng lembaga mengenai melakukan penegakan norma terhadap pihak nan sengaja melakukan pembakaran maupun pihak nan lalai hingga menyebabkan karhutla meluas.
"Setiap titik api kudu diketahui siapa nan bertanggung jawab. Selain merugikan dari sisi kesehatan dan pendidikan anak-anak sekolah, Karhutla juga menyebabkan sejumlah aktivitas ekonomi masyarakat terganggu," ujar Puan.
Puan juga meminta pemerintah wilayah menjelaskan penyebab karhutla di Kalimantan dapat meluas, termasuk langkah pencegahan dan penanganan.
"Bagaimana pencegahannya, dan seperti apa penanggulangan saat titik api pertama ditemukan. Karena Karhutla sering menjadi besar bukan lantaran tidak terdeteksi, tetapi lantaran terdapat jarak antara informasi, keputusan, dan tindakan,” tutupnya.
13 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·