Penghuni Kos di Sleman Timbun Sampah di Kamarnya, Ada Air Kencing, Pemilik Kaget

Sedang Trending 9 jam yang lalu
Kondisi bilik kos di Condongcatur, Sleman penuh dengan sampah dari air kencing hingga kandang kucing. Foto: Ade Roberta/Pembaca kumparan

Pemilik kos di area Condongcatur, Kabupaten Sleman, dikagetkan dengan kondisi bilik salah satu penunggu nan dipenuhi tumpukan sampah ketika dibuka paksa pada 16 Agustus 2026 lalu.

Kamar itu dihuni oleh laki-laki berinisial F nan sudah enam tahun tinggal di kos tersebut. Selama seminggu, F tidak ada berita dan diduga kabur.

Pemilik kos, Ade Roberta, mengatakan dirinya selama ini tinggal di Jakarta, sementara kos dikelola oleh sepupunya.

Awalnya, Ade mendapatkan info dari sepupunya bahwa ada sebuah mobil pikap keluar dari kos membawa barang-barang pada awal Agustus lalu. Setelah itu, F berkomunikasi dengan menyatakan. pada bulan Agustus, dirinya hendak pindah lantaran mau berguru di Australia.

"Jadi cerita awalnya gitu tuh. Terus ya terus dipastikan lagi, 'Oh, jadi maksudnya gimana? Jadi Agustus enggak, enggak mau lanjut?', 'Oh, masih, jika Agustus sih tetap di sini' gitu. 'Tapi saya enggak lanjut'. Berarti asumsinya kan Agustus tetap bayar sewa, mungkin September mau keluar gitu kan ya," ujarnya kepada wartawan, Kamis (21/8).

Kondisi bilik kos di Condongcatur, Sleman penuh dengan sampah dari air kencing hingga kandang kucing. Foto: Ade Roberta/Pembaca kumparan

Saat itu F juga bilang barang-barangnya tetap di bilik kos tersebut. Namun, setelah itu, nyaris seminggu, F tidak memberi berita apa pun. Dia juga tak bisa dihubungi.

Setiap sebulan sekali Ade memanggil tukang bersih-bersih untuk membersihkan kos. Pada bulan ini, bersih-bersih dilakukan pada 16 Agustus pagi.

"Bau sih nggak (kamarnya dari luar), samping kamarnya dia pun nan ngekos ini juga enggak ada bau. Sampah setiap hari diambil juga enggak aroma juga. Enggak ada gitu keluar aroma menyengat dari kamarnya, itu enggak ada. Jadi kan kocak ya," katanya.

Namun, saat itu gembok tambahan bilik tidak ada. Sementara, ketika digedor, F juga tidak merespons. Akhirnya pintu didobrak paksa.

"Karena memang seminggu sebelumnya juga udah berupaya dihubungi gitu, tapi enggak respons, gitu. Untuk mau memastikan aja sebenarnya ini tetap mau sewa alias enggak. Itu tuh udah enggak bisa dihubungi dia," katanya.

Ketika dibuka terlihat lah tumpukan sampah di bilik berukuran 3x4 meter tersebut. Menurutnya, ada air kencing di dalam botol dalam jumlah nan banyak.

"Jadi sebenarnya bukan sampah basah, makanya dia enggak bau. Jadi bukan sampah basah, jadi seperti ini loh botol plastik, kasur, ya kasur-kasur nan udah rusak, kipas angin rusak, kandang kucing. Bahkan sorry ya, ada air kencing di dalam botol pun ada, dan itu banyak," katanya.

Ade mengatakan, total sampah ini mencapai lima kantong plastik sampah besar. "Dan itu kan belum selesai tetap ngambilin dari dalam juga."

Sosoknya Tertutup

Ade mengatakan, dari cerita penunggu kos, F ini memang sosok nan tertutup. Tidak pernah ada kerabat alias pun kawan nan datang ke indekos. Interaksi pun jarang.

Sementara, secara fisik, Ade mengatakan sosok F ini bersih. Sehingga tidak ada kecurigaan dia menimbun sampah.

"Putih, bersih, wangi. Enggak ada (tanda-tanda seperti itu). Dia normal aja. Tidak ada kepikiran sampai sana," katanya.

Tak Kunjung Merespons

Melihat perihal ini, Ade kemudian kembali menghubungi F, tetapi tidak ada respons.

"Tapi ya sebenarnya WA-nya masuk, tapi enggak respons," katanya.

Ade kemudian menyampaikan peristiwa nan dialaminya ke medsos. Harapanny,a F bisa membaca dan menyadari perbuatannya.

Kondisi bilik kos di Condongcatur, Sleman penuh dengan sampah dari air kencing hingga kandang kucing. Foto: Ade Roberta/Pembaca kumparan

"Supaya enggak kejadian lagi. Supaya nyampe ke orangnya juga nih semoga. Paling nggak sadar ya kan merugikan ya," katanya.

"Dia bohong. Ya kan dia bilang tetap masih barangnya tetap ada di kamar, tetap ada bajunya. Ya kan dia bohong. Itu nggak ada peralatan pribadi tinggal sampah," katanya.

Langkah ke depan, Ade telah berbincang dengan family dan bakal membikin SOP baru agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan