PSI: Blusukan Jokowi Tak Akan Jadi Matahari Lain

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua DPP PSI Bidang Politik Bestari Barus menyatakan rencana kunjungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ke sejumlah daerah bukan untuk menjadi mentari kembar di pemerintahan Prabowo-Gibran.

Bestari menjelaskan kondisi PSI berbeda dengan partai politik lainnya nan tergabung dalam koalisi pemerintah. Ia menyebut saat ini PSI tetap kudu melalui proses verifikasi aktual lantaran belum lolos dalam Pemilu 2024 kemarin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"PSI ini adalah partai nan kudu melalui terlebih dulu satu fase namanya verifikasi faktual. Karena partai kami ini belum masuk ke dalam parlemen. Sangat berbeda dengan partai-partai nan ada di koalisi itu lantaran mereka sudah berada di Senayan," ujarnya dalam aktivitas Inside Politics di CNN Indonesia, Selasa (2/6).

Di sisi lain, Bestari mengatakan PSI juga mendukung penuh visi dan misi Presiden Prabowo lewat perwakilan Menteri dan Wakil Menteri di Kabinet Merah Putih.

Ia mencontohkan kerja Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni nan merupakan kader PSI apalagi sukses menyetorkan duit hasil denda sebesar Rp6 triliun ke negara.

"Sehingga perjalanan Pak Jokowi kelak ini salah satunya bukan untuk menjadi dua matahari, tetapi untuk kemudian gimana PSI bisa lebih besar lagi kontribusinya terhadap perjalanan Pak Prabowo dan Mas Gibran ini, apalagi untuk dua periode," tuturnya.

Sebelumnya Juru Bicara PDI Perjuangan (PDIP), Ansy Lena mengatakan aktivitas Jokowi tersebut saat ini sudah tidak relevan dan krusial bagi PDIP.

Menurutnya rencana kunjungan itu semestinya menjadi tanda tanya besar bagi partai politik koalisi pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming.

Ia menilai mereka kudu bisa memastikan maksud dan tujuan aktivitas nan dilakukan oleh Jokowi. Apakah perihal itu termasuk untuk mendukung kerja-kerja Presiden Prabowo alias murni kepentingan pribadi.

"Karena hari ini kita tahu bahwa Presidennya itu adalah Prabowo Subianto dan Presiden Prabowo itu seumpama matahari. Kalau dalam orkestrasi itu seumpama konduktor tunggal nan memimpin untuk menghasilkan sebuah harmoni nan sangat baik," ujarnya dalam aktivitas Inside Politics di CNN Indonesia, Selasa (2/6).

Ia juga mendorong semua partai politik agar bisa mensukseskan rencana kerja Presiden Prabowo. Ansy mewanti-wanti agar jangan sampai masing-masing partai konsentrasi menjalankan agendanya masing-masing.

"Ingat, tidak boleh ada mentari nan lebih dari satu. Semuanya kudu fokus. Kita bisa bayangkan jika ada sepuluh parpol pendukung pemerintah dan masing-masing parpol punya agendanya. Kita bisa pastikan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini pasti tidak bakal berhasil," pungkasnya.

(tfq/wis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional