Protes amp;039;Kecoaamp;039; di India Meluas, Ribuan Mahasiswa Turun ke Jalan Tuntut Reformasi Pemerintah

Sedang Trending 4 minggu yang lalu

Protes 'Kecoa' di India Meluas, Ribuan Mahasiswa Turun ke Jalan Tuntut Reformasi Pemerintah

Protes CJP semakin meluas di India meski diwarnai dengan kekerasan oleh polisi terhadap para demonstran.

NEW DELHI – Protes besar-besaran menuntut akuntabilitas dan reformasi di India semakin meluas dalam sepekan terakhir. Protes ini bermulai dari skandal ujian nan kemudian meningkat menjadi demonstrasi serta tuntutan nan lebih luas di seluruh negeri.

Protes nan dipimpin oleh aktivitas Cockroach Janta Party (CJP) nan digerakkan melalui media sosial ini telah muncul sebagai salah satu tantangan terbesar bagi pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi sejak terpilih kembali pada tahun 2024.

Gerakan CJP, nan mempunyai jutaan pengikut di media sosial, awalnya muncul pada bulan Mei sebagai respons satir terhadap Ketua Mahkamah Agung Surya Kant, nan dilaporkan menyamakan kaum muda dengan "kecoa" dan "parasit" selama sidang pengadilan.

Protes tersebut dipicu oleh beberapa penyimpangan dalam penyelenggaraan ujian, termasuk kebocoran soal ujian masuk kedokteran India nan memaksa lebih dari dua juta kandidat untuk mengulang ujian. Kontroversi lain nan melibatkan penilaian secara online pada ujian nan diikuti oleh nyaris dua juta siswa sekolah menengah juga turut memicu kemarahan publik.

Gerakan ini, nan terutama didorong oleh mahasiswa dan generasi muda, telah memperluas agendanya hingga mencakup kekhawatiran tentang pengangguran, penyediaan kesempatan bagi kaum muda, serta kritik terhadap apa nan mereka gambarkan sebagai style pemerintahan nan semakin otoriter dari pemimpin sayap kanan Hindu, Modi.

Kampanye ini juga mendapat dorongan pada Rabu (22/7/2026) di dalam parlemen dari personil parlemen oposisi, termasuk Rahul Gandhi dari Partai Kongres, nan menuntut pemerintah meminta maaf atas tindakan keras polisi terhadap demonstrasi besar pada Senin (20/7/2026).

Pada Senin lalu, polisi menembakkan gas air mata dan memukul puluhan ribu demonstran dengan pentungan saat mereka mencoba berbanjar menuju parlemen pada hari pembukaan sesi monsun. Aksi tersebut menjadi demonstrasi jalanan terbesar di ibu kota dalam lima tahun terakhir.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com