Penganiaya Bocah di Dairi Rupanya Pengasuh, Motifnya Karena Korban Nakal

Sedang Trending 9 menit yang lalu
2 Bocah Laki-laki di Dairi diduga dianiaya oleh pengasuhnya. Foto: Dok. Istimewa

Polres Dairi menangkap wanita berinisial RS (52) nan diduga menganiaya dua bocah laki-laki berinisial AGP (7) dan AP (6) di Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.

Kasi Humas Polres Dairi, AKP Syahril Ramadhan, mengatakan bahwa pelaku diduga melakukan penganiayaan lantaran dua bocah tersebut sering bandel sehingga pelaku spontan memukuli mereka.

"Nakal anaknya. Menurut dia, (korban) nakal. Kan enggak tahu kita nih, menurut dia dibilangnya alasannya (korban) nakal," kata Syahril, saat dihubungi, Jumat (21/7).

Syahril pun menjelaskan bahwa pelaku merupakan seorang pengasuh, nan merupakan kawan dari ibu kedua bocah tersebut. Sebelumnya, polisi mengatakan bahwa pelaku merupakan tante mereka.

"Enggak ada hubungan darah, pengasuh aja," ujar Syahril.

Syahril mengatakan, ibu kedua anak tersebut bekerja di luar kota. Sehingga, ibunya menitipkan kepada pelaku untuk diasuh selama lima tahun dengan bayaran Rp 500 ribu setiap Minggu

"Diasuh sama tersangka sudah lima tahun dengan janji setiap Minggu dikasih bayaran Rp 500 ribu," ucap Syahril.

Sedangkan ayah mereka berada di penjara lantaran terlibat kasus narkoba.

Syahril menuturkan, pihaknya tetap melakukan pendalaman mengenai sudah berapa kali pelaku melakukan penganiayaan terhadap kedua bocah tersebut.

"Belum dipastikan berapa lama dia mukulnya," imbuh Syahril.

Polisi kemudian menetapkan RS sebagai tersangka dalam dugaan tindak penganiayaan terhadap anak. RS dikenakan Pasal 35 Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman balasan 10 tahun penjara.

Sebelumnya, sebuah video viral memperlihatkan seorang bocah laki-laki diduga mengalami kekerasan oleh seorang wanita nan sebelumnya disebut sebagai bibinya sendiri di Kabupaten Dairi.

Dalam video nan beredar, bocah itu berinisial AGP (7) ditemukan penduduk dan mengaku bahwa ayahnya telah di penjara lantaran narkoba. Saat itu, dia mengatakan keberadaan ibunya tidak diketahui dan mengaku bahwa dirinya telah disiksa.

"Bapakku di penjara narkoba, mamakku enggak tahu di mana. Aku disiksa di sini," kata AGP dalam video viral tersebut.

Saat ini, AGP sedang menjalani perawatan di rumah sakit dan kondisinya mulai stabil.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan